Setiap Pekan, Ada 102 Juta Masker Sekali Pakai Dibuang

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan masker medis - Antara/Yulius Satria Wijaya.
17 Desember 2020 11:07 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris mengimbau warganya memakai masker reusable menyusul tingginya pemakaian masker sekali pakai. Menurut data mereka, sebanyak 102 juta masker sekali pakai terbuang setiap pekannya.

Pasalnya, hampir 70% dari mereka yang memakai masker sekali pakai tidak menyadari bahwa mereka adalah sampah sekali pakai, menurut penelitian untuk Otoritas Sampah London Utara (NLWA).

Dalam upaya untuk mengatasi darurat sampah, NLWA telah meluncurkan kampanye baru untuk mendorong warga beralih ke penutup wajah yang dapat digunakan kembali.

BACA JUGA : Keluar Rumah Harus Terus Pakai Masker

Jumlah masker 102 juta per pekan itu, cukup untuk menutupi lapangan di Stadion Wembley 232 kali lipat.

"Kemajuan yang kita semua buat dalam mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai berisiko hilang selama pandemi, dan masker wajah sekali pakai adalah penyebab utamanya. Mereka tidak terbuat dari kertas, tidak dapat didaur ulang dan jika dibuang atau dikotori akan merusak lingkungan." ujar Ketua NLWA, Cllr Clyde Loakes dilansir dari Channel News Asia.

Steve Oulds, manajer komersial nasional di Biffa Waste Services Ltd, mengatakan kontaminasi adalah salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi, dan kami sekarang melihat banyak masker wajah sekali pakai masuk ke fasilitas mereka setiap hari.

Dia mengatakan fasilitas pemulihan material juga menangani lebih banyak jaringan dan tisu daripada biasanya, dan bahkan alat uji COVID-19.

BACA JUGA : BPBD DIY Bagikan 1 Juta Masker

"Tak satu pun dari barang-barang ini yang dapat didaur ulang dan harus dibuang ke tempat sampah umum," katanya.

Bukan hanya masker wajah yang memicu masalah plastik sekali pakai, karena 16% responden mengakui penggunaan plastik sekali pakai lainnya telah meningkat selama pandemi.

Kemasan pengiriman adalah item teratas yang mengalami peningkatan penggunaan (15%), diikuti oleh kemasan takeaway (12%) dan kemasan makanan supermarket (12%).

Namun, lebih dari satu dari lima mengatakan meskipun mereka prihatin dengan polusi plastik, kesehatan saat ini lebih penting dan mereka senang untuk terus menggunakan plastik sekali pakai untuk saat ini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia