Advertisement
Komnas HAM Temukan Adanya Kelalaian Terkait Protokol Kesehatan Pilkada 2020
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah kelalaian dalam penerapan protokol kesehatan pada Pilkada serentak 2020. Hal ini dihasilkan dari pemantauan pada 8-11 Desember 2020 di lima kantor perwakilan Komnas HAM RI yaitu Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua.
Pemantauan juga dilakukan di Pulau Jawa seperti Tangerang Selatan (Banten), Depok (Jawa Barat), Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Dalam laporan tersebut, Setiap TPS pada umumnya sudah menyediakan alat pelindung diri (APD), tetapi penggunaannya belum dilakukan secara benar.
Advertisement
BACA JUGA : Bawaslu Anggap Pilkada Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
“Seperti masih dijumpai petugas yang memakai masker hanya di dagu, tidak menggunakan sarung tangan dan face shield, terdapat juga pemilih yang tidak memakai sarung tangan, bahkan tidak memakai masker,” tulis Komnas HAM dalam laporan yang dirilis pada Rabu (16/12/2020).
Selain itu, masih dijumpai penggunaan pipet tinta yang salah, seharusnya ditetes menjadi dioles, bilik khusus masih menyatu dengan TPS yang ada, sebagian besar ukuran TPS belum sesuai dengan PKPU, dan masih terjadi kerumunan terutama saat penghitungan suara.
Saksi yang hadir juga tidak diwajibkan menjalani rapid tes pada saat bertugas. Hal ini dikhawatirkan mengundang kerentanan tersendiri mengingat sebagian besar mereka yang terpapar adalah orang tanpa gejala (OTG)
Bagi petugas KPPS yang menunjukkan hasil reaktif usai rapid test, pengujian kembali tidak dilakukan setelah 14 hari, kecuali bagi mereka yang memiliki gejala klinis.
BACA JUGA : Netral di Pilkada, Advokat Desak Protokol Kesehatan Ketat
Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat terdapat sekitar 79.241 orang petugas KPPS yang dinyatakan reaktif Covid-19.
Komnas HAM juga menilai kurangnya transparansi penyelenggara pemilu terhadap petugas yang positif Covid-19. Hal ini seperti hasil swab tes Ketua KPU Tangerang Selatan yang diumumkan usai pencoblosan Pilkada 2020, dengan alasan jika diumumkan sebelum atau menjelang pelaksanaan pemungutan suara tingkat partisipasi masyarakat akan menurun drastis.
Sementara itu, di KPU Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan terdapat 12 orang positif Covid-19, terdiri dari tiga orang Komisioner, Kasubag Teknis, Operator Sirekap, dan lainnya, sehingga perlu diisolasi.
Komnas HAM juga melaporkan terjadinya kerumunan saat pelaksanaan pemungutan dan terutama saat penghitungan suara, seperti di TPS 22 Kel. Manahan saat kedatangan salah satu Calon Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka di TPS.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Komnas HAM menyimpulkan bahwa Pilkada Serentak 2020 masih belum sejalan prinsip hak asasi manusia, khususnya prinsip free and fair election.
BACA JUGA : Jamin dengan Protokol Kesehatan Ketat, KPU Imbau Warga
Selain itu, penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan juga masih longgar,sehingga banyak pelanggaran protokol kesehatan dan terdapat petugas yang terpapar Covid-19.
Atas temuan tersebut, Komnas HAM menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada KPU, Bawaslu, dan pemerintah terkait protokol kesehatan. Berikut ini rekomendasi Komnas HAM:
1. Meminta KPU dan Bawaslu melakukan tes swab PCR bagi para petugasnya
2. Meminta KPU dan Bawaslu transparan atas adanya petugas yang reaktif dan positif Covid-19 agar dapat ditangani segera oleh petugas medis
3. meminta gugus tugas Covid-19 di masing-masing daerah agar responsif bersmaa KPU dan Bawaslu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
DPRD DIY Dorong Perluasan Beasiswa Danais ke Banyak Kampus
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Basarnas Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang Maros
- Macan Tutul Masih Ada di Gunungkidul, Begini Penjelasan BKSDA
- Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp48.600 per Kg
- Produksi Ikan Budidaya Bantul Lampaui Target, Tembus 13.825 Ton
- Perda Kebencanaan Masuk Agenda 13 Propemperda Sleman 2026
- BMKG Tetapkan Zona Merah Selatan NTB, Gelombang 6 Meter Mengancam
- Pos Bantuan Hukum Dinilai Redam Sengketa Warga Sleman
Advertisement
Advertisement



