3M, 3T, dan Vaksinasi Harus Berbarengan

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
12 Desember 2020 15:37 WIB Arief Junianto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional menekankan pentingnya kedisiplinan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) sebagai pilar pengendalian dan mengakhiri pandemi. Bahkan, 3M harus dilakukan bersama dengan 3T (testing, tracing, dan treatment), penguatan perawatan di rumah sakit dan vaksinasi.

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksin merupakan salah satu dari tiga strategi WHO untuk menangani pandemi. Strategi pertama adalah perubahan perilaku 3M dan 3T; kedua adalah perawatan di rumah sakit atau therapheutic bagi yang sudah sakit; dan yang ketiga adalah strategi vaksinasi untuk orang-orang yang masih sehat.

“Oleh karena itu, saya menekankan bahwa seluruh masyarakat harus memahami, ketiganya harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa hanya salah satu. Kita harus melakukan 3M, 3T, meningkatkan kemampuan perawatan RS kita dan mendapatkan vaksin untuk disuntikkan kepada masyarakat,” katanya, dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Selasa (8/12).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan bahwa kedisiplinan 3M juga harus dijalani walau masyarakat sudah divaksin Covid-19: “Disiplin protokol kesehatan adalah hal mutlak yang harus menjadi perhatian bagi segenap elemen masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penularan Corona,” ucap dia.

Tak hanya itu, dia juga menegaskan masyarakat harus memperketat protokol kesehatan dan mewaspadai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Terlebih sebentar lagi masyarakat akan dihadapkan dengan pilkada dan libur akhir tahun. “Semua harus waspadai Pilkada Serentak. Belum lagi libur Natal dan Tahun Baru,” kata Doni.

Pada momentum tersebut, disiplin protokol kesehatan 3M, kata dia, jelas sangat diutamakan. “Pelajaran peningkatan angka kasus pasca-liburan panjang menjadi hal penting agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Per awal pekan ini, imbuh dia, terjadi peningkatan tren kasus aktif sebesar 2,29%, yang dipicu libur panjang pada akhir Oktober dan aktivitas kerumunan dalam jumlah besar di awal dan pertengahan November lalu.