Jutaan Vaksin Sinovac Akan Diprioritaskan bagi Kalangan Ini

Pagi tadi, pesawat jenis Boeing 777-300 ER dengan nomor registrasi PK-GIC tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 WIB. - presidenri.go.id
07 Desember 2020 14:27 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 dari Sinovac ditargetkan untuk diberikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, serta petugas-petugas di tempat pelayanan kesehatan.

Saat ini, pemerintah menyiapkan jumlah sasaran per kabupaten/kota dengan acuan by name by address.

Sementara itu, untuk skema penyaluran, pemerintah akan melakukan pendistribusian ke setiap dinas kesehatan provinsi untuk diedarlanjutkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota.

Baca juga: Nataru, Tidak Ada Target Jumlah Kunjungan Wisatawan

"Semoga proses vaksinasi bisa dilaksanakan tepat waktu sehingga penanggulangan pandemi Covid-19 bisa cepat diatasi," kata Terawan, Senin (7/12/2020).

Terawan memastikan sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 merek Sinovac yang tiba di Indonesia dalam kondisi baik dan menjalankan prosedur sesuai dengan standar dalam proses pengirimannya.

"Mulai dari pendingin di kendaraan pembawa hingga monitoring suhu vaksin terjaga dengan baik sesuai dengan standar prosedur internasional. Kalau ada barang rusak atau kondisi tidak sesuai, kita akan sampaikan melalui vaccine arrival report," ujar Terawan dalam konferensi pers secara virtual yang diselenggarakan pada Senin (7/12/2020).

Menurutnya, vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta dosis yang tiba di Indonesia tersebut merupakan bagian dari pengadaan tahap pertama sebanyak 3 juta dosis yang segera dilakukan persetujuan penggunaan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, vaksin Covid-19 merek Sinovac yang tiba di Indonesia merupakan vaksin yang telah diuji klinis di Bandung, Jawa Barat, sejak Agustus 2020.

Baca juga: 200.000 Warga Kulonprogo Akan Disasar Vaksin Covid-19 Lebih Awal

Pada awal Januari 2021, pemerintah akan mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin lainnya, sedangkan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku akan didatangkan pada Desember ini.

Pada Januari 2021, sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku yang nantinya akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin.

Sumber : bisnis.com