Juventus vs Atalanta 2-0, Conceicao dan Bremer Bawa Kemenangan
Juventus menang 2-0 atas Atalanta pada pekan kelima Liga Italia 2026/27 lewat gol Francisco Conceicao dan Bremer.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Kantor Staf Presiden menilai bahwa lembaga pemantau pemilihan umum turut memiliki peran sangat penting agar pilkada terhindar dari kecurangan dan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan bahwa organisasi pemantau pemilu perlu memperluas perannya, tidak hanya bekerja pada saat pemilihan umum, tetapi juga terlibat dari hilir dalam hal prosesnya.
"Organisasi pemantau pemilu harus juga memastikan pelaksanaan pilkada berjalan baik, termasuk sehat dan terbebas dari penularan COVID-19. Semoga pilkada lancar, semua pihak sehat dan tidak terjadi klaster baru COVID-19," ujar Juri dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.
Hal itu diutarakan Juri saat menjadi pembicara kunci webinar Bimbingan Teknis Pemantau Pemilu Pilkada 2020 Network for Indonesian Democratic Sociey (Netfid), Sabtu (5/12/2020).
Baca juga: Berani Ungkap Praktik Politik Uang, Warga DIY Akan Diberi Rp50 Juta
Pada kesempatan itu, Juri yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyampaikan pentingnya peran organisasi pemantau pemilu.
Untuk itu, dia menekankan bahwa pemantau pemilu tidak satu arah dan harus menyeluruh ke seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu.
"Hingga kini, pemantau pemilu masih relevan keberadaannya. Terlebih, semua pihak yang terlibat dalam pemilu punya potensi melakukan kecurangan atau pelanggaran dalam meraup suara," ungkap Juri.
Juri juga berpesan kepada pemantau pemilu merupakan orang terpilih yang merupakan pribadi atau organisasi yang kredibel. Bahkan, pemantau pemilu bisa menjadi tumpuan dalam demokratisasi pemilu dan harus jadi alternatif bagi upaya memperbaiki pemilu.
Ia juga menegaskan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemantau pemilu harus punya sifat kerelawanan dengan tidak mengharapkan honor.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Rektor IV LSPR sekaligus Dewan Pembina Netfid Lestari Nurhajati berharap pemantau pemilu tidak hanya bekerja dalam hal prosedural, tetapi juga secara substansial.
"Konsep pemantauan harus di semua lini. Pemantau akan jadi luar biasa jika sangat mampu membagi pekerjaan di beberapa sektor," ujar Lestari.
Baca juga: Berani Ungkap Praktik Politik Uang, Warga DIY Akan Diberi Rp50 Juta
Lestari mengingatkan semua pihak harus sadar akan kesehatan karena Pilkada 2020 berada di tengah pandemi COVID-19.
Peneliti Senior Netgrit Hadar N. Gumay yang juga hadir dalam webinar ini setuju jika pemantauan pemilu punya peran yang sangat penting.
Terlebih, kata Hadar, kerap terjadi beragam persoalan dalam pemilu yang ternyata merupakan permasalah lama yang belum selesai.
"Maka, pemantau pemilu punya tujuan mulia, yakni harus bisa memastikan integritas proses pemilu," kata Hadar.
Pada kesempatan itu, Ketua Netfid Indonesia Dahliah Umar mengajak seluruh anggotanya untuk memperkuat soliditas dalam mengantisipasi beragam hal yang perlu dipantau.
Pada intinya, kata Dahliah, prinsip pemilu adalah bebas dan adil sehingga dia pun mendorong penyelenggara pemilu berpegang pada prinsip itu.
"Jangan dilupakan untuk memantau penerapan protokol kesehatan karena Pilkada 2020 menjadi pilkada pertama yang menerapkan protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19," kata Dahliah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Juventus menang 2-0 atas Atalanta pada pekan kelima Liga Italia 2026/27 lewat gol Francisco Conceicao dan Bremer.
Nusron Wahid hadir dalam rapat RUU Reforma Agraria yang dipimpin Dasco. RUU tersebut telah disetujui menjadi usul inisiatif DPR.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Ukraina melancarkan serangan drone ke Moskow. Rusia mengklaim lebih dari 1.600 drone dicegat dan tiga orang tewas dalam serangan tersebut.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 29,85 persen di 265 kabupaten/kota. Harga tertinggi mencapai Rp199.000 per kilogram.
Kelok 23 ramai dijajal pengendara pada hari terakhir uji coba. Evaluasi dilakukan 21 September untuk menentukan kelayakan dibuka untuk umum.