TNI AU Kerahkan 6 Pesawat Kirim Bantuan Gempa NTT
TNI AU menyiapkan enam pesawat untuk mengirim bantuan logistik dan tenaga kesehatan bagi korban gempa di NTT.
Tangkapan layar - KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). ANTARA/HO-Kemenhub\r\n
Harianjogja.com, SURABAYA—Penyidik Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim menemukan selisih data manifes dalam penyelidikan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi.
Perbedaan data tersebut ditemukan setelah penyidik membandingkan keterangan para saksi dengan dokumen resmi yang dikumpulkan selama proses penyelidikan. Fakta ini menjadi salah satu fokus polisi untuk mengungkap pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan lima orang tersebut.
Data manifes yang sempat beredar luas di publik menyebut sebanyak 232 orang berada di dalam kapal. Namun, berdasarkan rincian penumpang dan awak kapal yang dievakuasi personel SAR gabungan, jumlahnya mencapai 238 orang.
Dari total 238 orang tersebut, 233 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia.
Polisi Terima Laporan Lima Orang Hilang
Persoalan data penumpang belum berhenti pada perbedaan manifes. Setelah operasi gabungan pertolongan dan pencarian dinyatakan berakhir pada Selasa (4/8/2026), masih terdapat laporan dari keluarga dan rekan mengenai lima orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Satu dari lima orang tersebut telah diakui tercatat dalam manifes oleh operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan pihaknya untuk sementara telah menerima satu laporan orang hilang.
Penyidik juga telah mengantongi dokumen resmi operasional dan keselamatan pelayaran secara lengkap, termasuk manifes serta Surat Persetujuan Berlayar (SPB). SPB merupakan dokumen yang diterbitkan Syahbandar bagi kapal yang akan meninggalkan pelabuhan setelah persyaratan kelaiklautan, keamanan, dan kewajiban lainnya terpenuhi.
”Kami sudah mempunyai data dan dokumen lengkap. Mulai manifes, meski tidak ada kesesuaian, hingga Surat Persetujuan Berlayar, dan semuanya sedang kami teliti dan dalami,” ujar Arman.
Polisi Dalami Dugaan Saling Lempar Tanggung Jawab
Selain ketidaksesuaian data manifes, penyidik Ditpolairud Polda Jatim menemukan indikasi lain dalam penanganan kasus kebakaran kapal tersebut.
Arman mengungkapkan terdapat kecenderungan saling melempar tanggung jawab, yang menurutnya terlihat sejak penanganan awal insiden hingga proses hukum berlangsung.
”Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa II, ini yang sedang kami garis bawahi,” tambahnya.
Menurut Arman, fokus penyidik saat ini adalah mengidentifikasi pihak-pihak yang wajib bertanggung jawab atas kebakaran kapal produksi tahun 1992 tersebut. Penyelidikan mencakup pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menyebabkan lima orang meninggal dunia dan beberapa lainnya belum ditemukan, baik mereka yang tercatat maupun tidak tercatat dalam manifes.
”Kami sedang mendalami siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus terbakarnya kapal ini," kata dia.
Ditpolairud Polda Jatim memastikan penyelidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil tanpa tebang pilih terhadap pihak mana pun.
Hingga kini, sebanyak tujuh saksi telah diperiksa. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah seiring proses pengumpulan dan pengujian bukti serta dokumen tambahan.
238 Orang Berhasil Dievakuasi
KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Selasa (4/8/2026), sebanyak 238 orang yang berada di kapal tersebut telah dievakuasi sepenuhnya oleh petugas SAR gabungan.
Dari jumlah tersebut, 233 orang ditemukan selamat dan lima orang meninggal dunia.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep resmi ditutup setelah seluruh 238 orang berhasil dievakuasi petugas SAR gabungan.
Meski operasi telah ditutup, lima penumpang ataupun awak kapal masih belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, Abdurrahman, dan Abdul Hamid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
TNI AU menyiapkan enam pesawat untuk mengirim bantuan logistik dan tenaga kesehatan bagi korban gempa di NTT.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo membeberkan hasil uji laboratorium terkait dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah