Kemenkes Bangun RS Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Rabu, 19 Agustus 2026 22:17 WIB
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur

Ilustrasi rumah sakit lapangan/istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjaga pelayanan kesehatan bagi korban gempa tetap berjalan. Fasilitas sementara tersebut dilengkapi ruang operasi dan akan dikembangkan hingga memiliki sedikitnya 100 tempat tidur.

Rumah sakit lapangan itu disiapkan untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung persiapan fasilitas tersebut pada Selasa (18/8/2026).

Saat peninjauan, Kemenkes telah memasang lima tenda. Empat tenda diperuntukkan bagi pasien, sedangkan satu tenda lainnya digunakan sebagai ruang operasi yang dirancang steril dan dapat diisolasi.

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujar Menkes Budi.

Selain tenda pasien dan ruang operasi, rumah sakit lapangan tersebut juga memiliki satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD). Pada tahap awal, fasilitas rawat inap yang tersedia mencapai sekitar 60 tempat tidur dari tiga tenda yang masing-masing mampu menampung 20 pasien.

Kapasitas Rumah Sakit Lapangan Ditambah Jadi 100 Tempat Tidur

Kemenkes tidak berhenti pada kapasitas awal tersebut. Tenda rawat inap tambahan akan dikirim dari Bali sehingga kapasitas rumah sakit lapangan di Ruteng dapat ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 tempat tidur.

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” kata Menkes Budi.

Fasilitas tersebut dirancang agar pelayanan pasien tetap aman dan nyaman di tengah kondisi pascabencana. Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien dan peralatan medis, sekaligus membantu menjaga kebersihan serta mencegah air masuk ke dalam tenda saat hujan.

Tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah dipakai dalam berbagai respons bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Ruang Operasi Disiapkan untuk Tindakan Bedah

Salah satu fasilitas penting di rumah sakit lapangan tersebut adalah ruang operasi. Tenda ini dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien dan mencegah infeksi selama tindakan pembedahan.

Ruang operasi dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruangan akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.

“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” jelas Menkes Budi.

Keberadaan ruang operasi menjadi bagian penting dalam penanganan korban gempa, terutama pasien trauma seperti korban patah tulang akibat tertimpa bangunan. Dengan fasilitas tersebut, pasien dapat memperoleh tindakan medis tanpa harus menunggu sampai fasilitas rumah sakit utama kembali berfungsi.

Konsep RS Lapangan Juga Dibangun di Nagekeo

Kemenkes juga berencana menerapkan konsep rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di dua wilayah yang fasilitas rumah sakit rujukannya terdampak gempa.

“Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo,” ujar Menkes Budi.

Pembangunan rumah sakit lapangan menjadi bagian dari respons cepat Kemenkes untuk memulihkan sekaligus menjaga kesinambungan layanan kesehatan setelah gempa bumi di NTT.

Selain menyediakan fasilitas pelayanan sementara, Kemenkes terus memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan dan tindakan operasi.

Dengan dukungan rumah sakit lapangan, tenaga medis, serta logistik kesehatan, Kemenkes memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan sesuai kebutuhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online