Spesifikasi dan Harga Mobil Mewah Bugatti Tourbillon
Bugatti Tourbillon resmi meluncur sebagai penerus Chiron dengan mesin V16 8,3 liter, tenaga 1.800 PS, dan kecepatan hingga 445 km/jam.
Kepala BGN saat menemui orang tua siswa korban keracunan MBG Karo. /Instagram.
Harianjogja.com, MEDAN— Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau Mas Dar mengungkap dugaan insiden keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), yang diduga berkaitan dengan kelalaian dalam proses pengolahan bahan baku ikan. Dalam investigasi sementara, sebagian ikan tidak dimasukkan ke freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.
Temuan tersebut disampaikan Mas Dar saat mengunjungi korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8). Menurut dia, sebagian besar bahan baku ikan memang telah disimpan di dalam freezer, tetapi terdapat sekitar 200 hingga 300 ekor ikan yang tidak masuk ke tempat penyimpanan tersebut.
Ikan yang tidak disimpan di freezer itu kemudian berada pada suhu ruangan dalam kurun waktu 12 jam hingga lebih dari 12 jam. Kondisi tersebut menjadi bagian dari investigasi sementara BGN terhadap dugaan insiden keamanan pangan MBG di Kabupaten Karo.
"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata katanya.
BGN Tegaskan Tidak Ada Toleransi Kelalaian
Mas Dar menilai kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Dia menegaskan penyediaan makanan dalam program MBG tidak boleh disertai kelalaian karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.
Penegasan itu disampaikan Mas Dar menyusul temuan sementara mengenai penanganan bahan baku ikan di Kabupaten Karo. Menurut dia, setiap tahapan pengolahan makanan MBG harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur keamanan pangan.
"Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan BGN bahwa pengelolaan bahan pangan untuk MBG harus dilakukan secara disiplin. Kelalaian dalam penanganan bahan baku, menurut konteks temuan sementara itu, menjadi perhatian dalam evaluasi keamanan pangan program.
Sekitar 27.000 Kepala Dapur Diminta Perketat Prosedur
BGN selanjutnya akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan dapur yang menangani program MBG di Kabupaten Karo, tetapi menjadi perhatian bagi pelaksanaan program secara luas.
Mas Dar mengatakan sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan. Pengetatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai prosedur keamanan pangan.
Jumlah kepala dapur yang disebut Mas Dar menunjukkan luasnya pelaksanaan program MBG yang harus menerapkan standar pengolahan makanan secara konsisten. Karena itu, setiap tahapan, termasuk penanganan bahan baku, menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Kondisi Korban di Rumah Sakit Haji Medan Membaik
Di tengah evaluasi terhadap dugaan insiden keamanan pangan MBG tersebut, Mas Dar juga menyampaikan perkembangan kondisi salah satu korban yang menjalani perawatan di PICU Rumah Sakit Haji Medan.
Pasien tersebut disebut mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Meski demikian, pasien masih membutuhkan penanganan intensif dan masih dirawat di ruang ICU.
Mas Dar berharap kondisi korban segera pulih sehingga dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa. Dia menyebut perkembangan kondisi pasien dibandingkan saat pertama kali masuk rumah sakit dan pada hari sebelumnya menunjukkan perbaikan.
"Kondisi [korban] di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu," pungkasnya.
Dengan adanya temuan sementara mengenai bahan baku ikan yang tidak disimpan di freezer, BGN menempatkan prosedur keamanan pangan sebagai bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan MBG. Perhatian terhadap proses pengolahan makanan juga diarahkan kepada seluruh dapur MBG melalui sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia.
Evaluasi tersebut berlangsung bersamaan dengan pemantauan kondisi korban yang masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Medan. BGN berharap korban segera pulih dan dapat keluar dari ruang perawatan intensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bugatti Tourbillon resmi meluncur sebagai penerus Chiron dengan mesin V16 8,3 liter, tenaga 1.800 PS, dan kecepatan hingga 445 km/jam.
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.
Gempa M2,2 mengguncang Banjarnegara, Rabu pagi. BMKG menyebut gempa dangkal akibat sesar aktif dan tak berpotensi tsunami.
Menaker Yassierli mendorong manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dilanjutkan dengan pemberdayaan agar menjadi modal usaha pekerja.
Vietnam vs Malaysia bertemu di semifinal leg kedua Piala AFF 2026 malam ini pukul 20.00 WIB. Simak jadwal dan link live streaming.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.