Advertisement
Bagaimana Jika Hasil Tes Swab PCR Berbeda, Apakah Terinfeksi?
Pendemo yang terjaring menjalani tes usap di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pernahkah Anda atau teman Anda melakukan test swab PCR di beberapa rumah sakit dan hasilnya berbeda?ada yang positif ada yang negatif? Tentu Anda kebingungan dengan hasilnya, apakah Anda terinfeksi Covid-19 atau tidak?
PCR sendiri adalah metode diagnosis Covid-19 dengan memeriksa keberadaan materi genetik (RNA) virus di tubuh. SAmpel pemeriksaan PCR diambil dengan swab nasofaring (belakang hidung) dan orofaring (belakang mulut)
Advertisement
dr. Adam Prabata dokter umum lulusan Universitas Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan Ph.D kardiovaskular di Kobe University, Jepang mengatakan bahwa ada kemungkinan kesalahan pada hasil PCR yang dapat terjadi yakni:
1.False Negatif
Hasil PCR negatif, namun sebenarnya pasien terinfeksi Covid-19
2.False Positif
Hasil PCR positif namun sebenarnya pasien tidak terinfeksi Covid-19
BACA JUGA : Dilaunching Jumat Pagi, Mobil PCR Milik Pemkab Bantul
“Kesalahan pada hasil PCR yang false negative dapat terjadi karena masalah teknis, waktu pengambilan swab terlalu dini atau terlalu lama atau mutasi virus. Sementara kesalahan false negative dapat disebabkan kontaminasi atau masalah teknis,” tuturnya dikutip dari Instagram @adamprabata, Kamis (03/12/2020).
Sementara, akurasi PCR untuk Covid-19 sensitivitasnya mencapai kurang lebih 71-98%, dan spesifitasnya 99%. Maka bila terdapat perbedaan hasil swab PCR, maka untuk penentuan diagnosis Covid-19, yang diutamakan dipilih adalah hasil positif dibandingkan hasil negatif.
Penentuan diagnosis Covid-19 juga memerlukan keputusan dokter, sehingga diharapkan segera berkonsultasi kepada dokter setelah mendapatkan hasil swab PCR.
“Perbedaan hasil swab PCR yang menjadi pembahasan penting ini adalah dalam konteks penentuan diagnosis Covid-19, bukan pada swab PCR follow up pasca seseorang sudah terinfeksi Covid-19,” katanya.
Namun, apapun hasil dari test swab tersebut diharapkan masyarakat tetap mematuhi 3M [memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak] sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPN Kulonprogo Targetkan 2.000 Bidang Tanah PTSL 2026
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Libur Imlek 2026, Okupansi Hotel DIY Rata-rata 60 Persen
- Regrouping SD di Kokap Ditolak, Wali Murid Datangi DPRD Kulonprogo
- TPS Liar di Seloharjo Bantul Ditutup, Pemilik Lahan Ngaku Kapok
- Anggaran Turun, Kota Jogja Hanya Rehab Satu Sekolah pada 2026
- Pemerintahan Prabowo Tegaskan Tak Ada Revisi UU KPK
- Wahyudi Kurniawan Daftar Lagi Pimpin Askab PSSI Sleman
- Dugaan Kekerasan Seksual Sastrawan Dilaporkan ke Polisi
Advertisement
Advertisement







