Digitalisasi Dibutuhkan untuk Kemudahan Layanan Masyarakat di Kelurahan

Muhammad Latif (kanan) saat membagikan masker ke warga di Caturtunggal, Depok, Sleman. - Ist.
29 November 2020 10:27 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Konsep desa digital dinilai sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi guna memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.

Salah satu pemuda Kelurahan Caturtunggal, Depok, Sleman Muhammad Latif yang ikut maju sebagai calon lurah menilai di era perkembangan teknologi saat ini sangat dibutuhkan layanan berbasis digital. Apalagi di Kelurahan Caturtunggal yang termasuk metropolitan sehingga digitalisasi menjadi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA : Digitalisasi UMKM Jadi Senjata untuk Bangkit

“Menurut kami untuk peningkatan pelayanan ke masyarakat, perlu penguatan teknologi informasi di internal sistem, kecepatan layanan dan kemudahan akses akan lebih cepat. Apalagi Caturtunggal ini termasuk pusat pendidikan, pusat ekonomi. Sehingga digitalisasi ini mutlak dibutuhkan, meski pun layanan manual juga tetap diberikan,” katanya Sabtu (29/11/2020).

Ia mencontohkan proses layanan kependudukan bisa dilakukan hanya lewat ponsel oleh warga, kemudian dari tingkat RT dan RW bisa melakukan approve juga secara digital. Calon Lurah nomor urut kedua ini menilai RT dan RW wajib diberikan ruang dalam setiap pengajuan kependudukan karena selaku pihak yang paling dekat dengan warga.

“Ini bisa menggunakan suatu aplikasi yang prosesnya harus tetap lewat RT RW untuk menyetujui. Termasuk wifi di tingkat pedukuhan itu juga sangat penting, untuk memberikan kemudahan,” katanya.

BACA JUGA : Wujudkan Jogja Tourism Goes to Digital Ecosystem Melalui

Pemuda milenial yang pernah mengenyam pendidikan bidang IT ini menyatakan melalui digitalisasi akan memudahkan untuk transparansi anggaran. Warga bisa mengecek secara langsung jumlah anggaran yang dimilik Kelurahan serta peruntukan penggunaannya. Termasuk realisasi pos untuk setiap pedukuhan dalam bentuk anggaran agar bisa dikelola. Mengingat di era saat ini sudah tidak zamannya aparat pemerintahan menutupi penggunaan anggaran.

“Kami mulai mengembangkan untuk produk UMKM layanan promosi yang bisa sekali kirim ke 10 juta nomor ponsel. Karena di Caturtunggal ini banyak sekali UMKM. Kebetulan kami maju sebagai calon lurah ini atas dorongan warga terutama beberapa sesepuh,” katanya.

BACA JUGA : Digital Marketing Akan Dibentuk di Setiap Desa

Pakar dari perguruan tinggi yang berada di wilayah Caturtunggal perlu digandeng untuk mewujudkan berbagai upaya digitalisasi tersebut. Selain terkait digitalisasi, pemuda berusia 29 tahun ini juga menilai pentingnya perlindungan alihfungsi lahan mengingat lahan di kawasan metropolitan yang kian menyempit. “Terutama tanah kas desa yang untuk pertanian ya harus dipertahankan, jangan sampai digunakan atau disewakan untuk pembangunan,” ujarnya.