Advertisement
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti Pernah Berseteru soal Ekspor Benih Lobster
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama sejumlah pejabat ihwal ekspor benih lobster.
Sebelumnyam kebijakan Edhy menuai protes keras dari Menteri KKP terdahulu Susi Pudjiastuti. Perseteruan Susi dan Edhy sudah berlangsung tidak lama setelah dia dilantik dan diketahui berencana mengeluarkan ekspor benih lobster.
Advertisement
Padahal, Susi telah menerbitkan kebijakan larangan ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan.
Beberapa kali Susi secara terang-terangan menentang rencana itu termasuk melalui Twitternya. Dia sempat menyindir Edhy terkait rencana kontroversial tersebut.
“Negara lain yang punya bibit tidak mau jual bibitnya. Kecuali kita, karena bodoh,” cuit Susi.
Baca juga: KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo Terkait Izin Ekspor Benih Lobster
Pada pertengahan tahun ini, Susi bahkan mengungkapkan daftar 26 nama perusahaan ekspor yang mendapat izin ekspor benih lobster.
“KKP/Dirjen Tangkap telah mengeluarkan izin tangkap 26 eksportir bibit lobster. Luarbiasa.” tulisnya 1 Juli lalu.
“Dan Eskpor kepada 26 Perusahaan diatas. Luarbiasa !!!!!!! Apa justifikasi yg memberi mereka Hak2 privilege tadi ??? Siapa mereka ??? Apa ???? Apa ???? Apa ???? DJPT bisa jelaskan ke Public dengan gamblang ????” cuitnya lagi.
Satu bulan berselang, Edhy mengomentari dugaan dirinya terhubung dengan perusahaan eksportir benih lobster.
Dia mengklaim tidak mengetahui orang dekatnya, termasuk perusahaan yang digaungi beberapa kader Partai Gerindra menerima izin ekspor benih lobster.
Dia berdalih izin ekspor dikeluarkan oleh tim bukan dirinya. Edhy mengaku tidak tahu menahu soal ekspor tersebut bahkan waktu pendaftaran para eksportir.
"Silakan saja kalau curiga, itu biasa. Silakan audit, cek, KKP sangat terbuka," katanya Juli lalu.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, 3 RS di DIY Tambah Nakes dan Bed
Edhy menambahkan, ada puluhan perusahaan yang dapat izin untuk ekspor benih lobster. Menurutnya, sah-sah saja jika orang dekatnya sekalipun mendapatkan izin tersebut.
"Atau karena saya menteri, semua teman-teman saya tidak boleh berusaha? Saya pikir yang penting bukan itu, tapi fair-nya. Kesamaan pada siapa saja seleksi itu. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat-sahabat saja," sebut Edhy.
Kini, Edhy dan sejumlah pejabat di KKP diamankan oleh komisi antirasuah ihwal ekspor benih lobster. KPK belum menyampaikan keterangan resmi lantaran Edhy cs masih dalam proses pemeriksaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Naikkan Gaji 60 Persen Saat Perang, Strategi atau Tanda Krisis?
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
- KPK Periksa Gus Alex Terkait Korupsi Kuota Haji Seusai Penahanan Yaqut
- Ledakan Keras di Masjid Jember Saat Tarawih, 1 Jemaah Dilarikan ke RS
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
Advertisement
Mudik Lebaran 2026, 28 Masjid di Kulonprogo Buka 24 Jam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Modus Lowongan Model Berujung Teror di Kulonprogo
- IGD dan Layanan Persalinan di Gunungkidul Siaga Saat Lebaran
- Penetapan Idulfitri Berpotensi Diperdebatkan karena Data Hilal
- SD Negeri di Jogja Diminta Jemput Siswa Baru ke PAUD
- Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif
- Polisi Analisis 86 CCTV Usut Penyiraman Aktivis KontraS
- Persimpangan Jalan Banyumas Akan Dijaga Petugas Saat Mudik
Advertisement
Advertisement








