Advertisement
Trump Akhirnya Mau Lakukan Proses Transisi Pemerintahan ke Joe Biden
Presiden terpilih AS Joe Biden manyapa pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Setelah Badan Layanan Umum Amerika Serikat pada Senin (23/11/2020) mengakui Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mau bekerja sama dalam transisi pemerintahan.
Trump meminta kepala Badan Layanan Umum Emily Murphy untuk melakukan protokol awal proses transisi. Ia juga meminta agensi serta departemennya untuk bekerja sama untuk menjalankan proses ini.
Advertisement
"Saya merekomendasikan agar Emily dan timnya melakukan apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan protokol awal, dan telah memberi tahu tim saya untuk melakukan hal yang sama," kata Trump, seperti dikutip Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Bloomberg.
Meski bersedia membantu proses transisi, Trump mengatakan akan terus memperjuangkan hasil pilpres AS.
Baca juga: Semalam, Terdengar 7 Kali Suara Guguran di Merapi
Penunjukan tersebut memicu proses transisi formal dan memberikan Biden dan timnya akses ke pejabat agensi saat ini, buku pengarahan, pendanaan senilai US$6 juta, dan sumber daya pemerintah lainnya.
“Karena perkembangan terkini yang melibatkan gugatan hukum dan sertifikasi hasil pilpres, saya telah menetapkan bahwa Anda [Biden] dapat mengakses sumber daya dan layanan pasca-pilpres yang dijelaskan dalam Bagian 3 Undang-undang,” kata Murphy dalam sebuah surat kepada Biden, mengacu pada Undang-Undang Transisi Presiden Tahun 1963.
Direktur eksekutif tim transisi Biden-Harris Yohannes Abraham mengatakan pengumuman tersebut merupakan langkah yang diperlukan untuk mengendalikan pandemi dan ekonomi ke jalurnya.
“Ke depannya, pejabat transisi akan mulai bertemu dengan pejabat federal untuk membahas respons pandemi, melakukan perhitungan penuh mengenai kepentingan keamanan nasional, dan mendapatkan pemahaman lengkap tentang upaya pemerintahan Trump." Ungkapnya.
Selama berminggu-minggu terakhir, tim transisi Biden bekerja secara informal untuk mendirikan pemerintahan baru, termasuk mengumpulkan satuan tugas virus corona dan berkonsultasi dengan pejabat kesehatan masyarakat di luar pemerintah federal.
Baca juga: AS Targetkan Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Desember
Langkah ini meniru pendekatan yang diambil mantan Wakil Presiden Dick Cheney selama pilpres tahun tahun 2000 yang juga mengalami sengketa hasil pilpres.
Perubahan terbesar sekarang adalah bahwa tim transisi Biden akan mampu membanjiri badan-badan federal dengan para pejabat yang fokus mempersiapkan jalan untuk pemerintahannya. Mereka akan memiliki akses ke staf agensi dan buku pengarahan yang dikumpulkan awal tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bloomberg, Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bentrokan Saat Protes, Lima Orang Tewas di Iran
- Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
Advertisement
PAD Pariwisata Bantul 2025 Gagal Target, Turun Rp4 Miliar
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025
- Pengguna Transportasi Nataru Tembus 16 Juta Orang
- Kecelakaan Lalu Lintas Gunungkidul Meningkat di 2025
- Jadi Otak Kasus Pemerasan, Anggota Polres Wonogiri Dipecat
- Prabowo: Bantuan Bencana Harus Lewat Mekanisme Resmi
- FORTUNE Indonesia 40 Under 40: Apresiasi Pemimpin Muda Berpengaruh
- Kulonprogo Terapkan Larangan Kantong Plastik Mulai 2026
Advertisement
Advertisement



