Satgas Covid-19: Okupansi ICU di Atas 70%

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit" di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
23 November 2020 13:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah rumah sakit di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengalami peningkatan okupansi ruang ICU yakni di atas 70%. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Senin (22/11/2020).

“Sementara di Jakarta, angka keterisian ruang ICU mencapai 69,5 persen. Tetapi ini pun harus bisa kita upayakan untuk tidak bertambah lagi,” kata Doni dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin. 

Menurutnya, kenaikan okupansi ruang ICU ini disebabkan oleh peningkatan kasus positif yang cukup signifikan setelah masa libur panjang dan kegiatan-kegiatan kerumunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Slipi, Tebet Timur, dan Megamendung.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat yang ikut dalam aktivitas tersebut agar secara suka rela bersedia untuk melakukan [tes] swab antigen yang telah disiapkan oleh pemerintah dan dinas kesehatan DKI Jakarta di sejumlah puskesmas. Pemeriksaan itu dilakukan secara gratis kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: 80 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Klaster Habib Rizieq

Menurutnya, hal itu menjadi sangat penting untuk dilakukan agar bisa sesegera mungkin diketahui apakah mereka yang ikut kerumunan tersebut terpapar Covid-19 atau tidak.

Pasalnya, dengan penanganan sedini mungkin, kemungkinan kesembuhan bagi pasien positif Covid-19 otomatis juga semakin tinggi dan bahkan bisa mencapai 100 persen.

Namun, jika gejala pasien sudah masuk ke fase yang lebih tinggi yakni gejala sedang, angka kematian naik menjadi 2,6 persen, sedangkan masuk ke fase gejala berat, angka kematian mencapai 5,5 persen.

“Dan ketika masuk fase kritis angka kematian menjadi sangat tinggi, 67,4 persen,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah berencana untuk mengurangi jatah libur panjang pada akhir tahun ini untuk menekan kasus Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dia menuturkan, rencana pengurangan libur panjang ini berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat terbatas dengan Presiden Jokowi pada hari ini, Senin (23/11/2020). Meskipun demikian, belum ada kepastian terkait berapa banyak jatah cuti bersama pada akhir tahun ini yang akan dikurangi oleh pemerintah.

"Yang berkaitan masalah libur, cuti bersama akhir tahun, termasuk libur cuti bersama pengganti Idul Fitri, Presiden minta agar ada pengurangan," kata Muhadjir dalam konferensi pers usai menghadiri Ratas bersama Presiden Jokowi, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Setelah Hajatan Rizieq Shihab, Kapolda: Ada Klaster Covid-19 di Petamburan

Beliau juga memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi antara Menko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama yang berkaitan dengan cuti bersama akhir tahun dan libur pengganti Idul Fitri.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Presiden Jokowi memerintahkan agar segera digelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kemenko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan pembahasan terutama yang berkaitan dengan cuti bersama akhir tahun dan libur pengganti Idul Fitri.

Sebelumnya, tiga instansi yaitu Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menelurkan Surat Keputusan Bersama tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menag Fachrul Razi, Menaker Ida Fauziah dan Menpan RB Tjahjo Kumolo pada 20 Mei 2020. Keputusan ini menanggapi pandemi yang masih meluas di Indonesia.

Dari kebijakan itu, pemerintah memenggal cuti bersama di tengah tahun pada akhir Desember. Pertama cuti bersama Hari Raya Natal 2020 pada 24 Desember diikuti Libur Natal 25 Desember.

Kedua, pengganti cuti bersama Hari Raya Natal Idul Fitri 1441 Hijriah. Pengganti cuti ini berlangsung pada 28 - 31 Desember 2020. Selain itu, hari libur juga akan berlangsung pada 1 Januari 2021 sebagai peringatan pergantian tahun. 

Dari jumlah tersebut, setidaknya masyarakat akan menikmati libur secara berturut-turut selama 9 hari.

Sumber : bisnis.com