Kebakaran TPA Jatibarang Terkendali, 20 Persen Titik Api Masih Tersisa
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Ilustrasi penanganan jenazah korban pandemi Covid-19/Istimewa-Polda DIY
Harianjogja.com, SOLO - Baru-baru ini, aplikasi perpesanan WhatsApp digegerkan oleh kabar yang menyebut bahwa RSUD dr Moewardi Solo salah mengirim jenazah pasien Covid-19 pada Rabu (18/11/2020).
Dalam tangkapan layar yang beredar terdapat sebuah foto mobil oranye dengan sejumlah orang berpakaian hazmat. Tulisan yang melengkapi foto itu menyebut, “Peristiwa heboh, jenazah Covid-19 RS dr. Muwardi tertukar.”
Menanggapi informasi tersebut, Direktur RSDM Solo, Cahyono Hadi, membantah. Dia menyebut informasi itu kurang tepat.
Jenazah itu tidak tertukar namun salah antar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi, di mana sejumlah petugas ditugaskan mengantarkan jenazah pasien Covid-19 ke daerah asalnya di Pati, Jawa Tengah.
Baca juga: Corona di Jogja Melonjak, Ketersediaan Bed Pasien Covid-19 Makin Menipis
Namun, sesampainya di sana, jenazah tersebut rupanya bukanlah pasien asal Pati. Melainkan jenazah lain yang meninggal pada hari yang sama asal Kecamatan Simo, Boyolali.
“Jadi salah kirim karena keluarga pasien asal Pati ini tidak ada yang mendampingi. Seperti ditinggal begitu saja. Begitu jenazah tiba di Pati, ternyata barang-barang yang diikutkan ambulans itu bukan milik pasien. Lalu baru sadar kalau petugas salah mengirim jenazah. Akhirnya, jenazah yang kami bawa ke Pati ini kami antar kembali ke Simo,” kata dia, dihubungi Solopos.com, Rabu.
Cahyono mengatakan jenazah keduanya tidak tertukar lantaran jenazah pasien asal Pati belum diberangkatkan dari RSUD dr Moewardi Solo. Setelah kekeliruan itu disadari, petugas langsung menyesuaikan dan melanjutkan tugasnya.
Baca juga: Jokowi Banggakan Tingkat Kesembuhan Pasien Corona di Indonesia
“Salah kirim, ya, bukan tertukar. Karena jenazah asal Pati ini belum kami berangkatkan. Keluarga tidak mengarahkan, bahkan sampai menjelang pengantaran itu, enggak ada yang merawat barang-barangnya,” ucap Cahyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
BGN membuka ruang bagi mitra MBG mengganti yayasan yang dinilai tak berkontribusi. Mitra dapat mengajukan yayasan baru melalui portal registrasi.
Kesehatan ginjal anak perlu dijaga sejak dini. Simak tujuh cara merawat ginjal anak untuk membantu mencegah masalah kesehatan di kemudian hari.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 4 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C, sementara Kulon Progo cerah.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.