Covid-19 Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria

Sel virus corona
11 November 2020 20:17 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah studi baru oleh Fakultas Kedokteran Universitas Miami Miller telah menemukan potensi dampak Covid-19 pada kesuburan pria dan penyakit menular seksual. Peneliti melihat jaringan dari otopsi enam pria yang meninggal karena infeksi Covid-19 dan menemukan virus itu masih ada di testis mereka.

Mereka juga menemukan COVID-19 di testis seorang pasien pria berusia 28 tahun yang mengidap virus corona dan sembuh tanpa menunjukkan gejala.

BACA JUGA : Calon Jemaah Umrah Asal Sleman yang Gagal Berangkat

“Kami juga mengidentifikasi keberadaan virus pada seorang pria yang menjalani biopsi testis untuk kemandulan tetapi memiliki riwayat Covid-19 sebelumnya,” kata Dr. Ranjith Ramasamy, seorang profesor dan direktur urologi reproduksi di Miller School dilansir dari Fox News.

“Jadi pasien dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala setelah terkena Covid-19 tetapi masih menunjukkan adanya virus di dalam testis. Penemuan ini baru, luar biasa, dan tentunya layak untuk dieksplorasi lebih lanjut, ”tambah Dr. Ramasamy.

Penelitian tersebut melanjutkan pertanyaan berapa banyak virus yang perlu ada di testis untuk dideteksi dalam air mani, dan yang dapat ditularkan secara seksual.

“Saya cukup yakin, seperti halnya gondongan, sekitar 20 hingga 30% pria akan mengalami semacam gangguan kesuburan di masa depan,” kata Dr. Ramasamy.

Lebih banyak penelitian harus dilakukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana jaringan testis merespons Covid-19, tetapi penelitian saat ini adalah langkah maju untuk lebih memahami virus.

BACA JUGA : Sudah Foto-Foto Mau Berangkat Umrah, Jemaah Asal 

Ramasamy merekomendasikan pria dari segala usia yang menderita Covid-19 dan menderita nyeri testis harus menemui ahli urologi.

“Nyeri testis bersama dengan gejala lain bisa menjadi tanda bahwa Covid-19 telah memasuki testis, dan jika pria memikirkan tentang kesuburan dan / atau testosteron rendah baik saat ini atau di masa depan, mereka harus memeriksakan kadar testosteron mereka dengan darah. parameter tes dan sperma dievaluasi dengan analisis air mani, ”menurut Dr. Ramasamy.

?

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia