Harga Kakao Dunia Tembus US$6.057,87, Ini Dampaknya ke Indonesia
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Ka\'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019)./Antara-Aji Styawan
Harianjogja.com, JAKARTA–Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan jemaah asal Indonesia kembali beribadah umrah mulai 1 November 2020. Namun, dalam pelaksanaan umrah selama pandemi Covid-19, ada beberapa hal berbeda yang harus diperhatikan para jemaah.
Salah satu jemaah umrah kloter pertama, Nana Sudjana, berbagi pengalamannya berangkat ke Tanah Suci. Nana menjelaskan, sebelum keberangkatan, hal yang harus dipastikan lengkap adalah memenuhi seluruh dokumen persyaratan, dan hasil swab tes negatif Covid-19.
“Salah satunya [syarat utama] adalah menerbitkan visa. Setelah visa terbit pada 31 Oktober, kami langsung dibawa ke hotel yang ada di Jakarta, untuk melakukan tes PCR sebagai syarat naik pesawat. Setelah swab kita tidak diperbolehkan kembali ketemu dengan keluarga atau siapapun yang mengantar, harus clear and clean sesuai permintaan pemerintah Arab Saudi,” jelas Nana dalam acara diskusi yang diselenggarakan BNPB, Rabu (11/11/2020).
Kemudian, di Bandara Soekarno Hatta, semua dokumen perjalanan dan hasil tes swab akan diperiksa. Jika paspor, visa, hasil PCR negatif, dan dokumen lain sudah lengkap jemaah umrah bisa langsung naik ke dalam pesawat dan diberangkatkan ke Mekah.
Tiba di Jeddah, para peserta diatur kedatangannya, misalnya harus jaga jarak minimal 1 meter. Kemudian, peserta diarahkan menuju konter kesehatan Arab Saudi untuk menunjukkan bukti PCR.
“Kita juga harus isi disclaimer, tanda tangan untuk persetujuan akan tunduk dan patuh pada protokol kesehatan di Arab Saudi. Setelah itu, karena saya sudah miqot dan pakai kain ihram, langsung menuju hotel di depan Masjidil Haram, istirahat 2 hari dan swab lagi sebelum umrah,” kata Nana.
Setelah itu, semua tuntas, peserta baru diperbolehkan melakukan umrah, tawaf, sa’i dan tahalul di Masjidil Haram.
Nana mengatakan, para peserta umrah didampingi pihak Kementerian Haji Arab Saudi, tim kesehatan, dan mutawif atau pemandu tawaf yang bertugas untuk mengantar ke Masjidil Haram.
“Jadi yang bisa umrah hanya yang sudah diidentifikasi dari hotel. Sehingga saat masuk pintu, protokol pencegahan tidak ada lagi, langsung masuk dan tawaf,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pelaksanaan ibadah juga berbeda dibandingkan dengan umrah sebelum masa pandemi.
Selama pandemi, ketika mau umrah masuk ke masjid atau kegiatan lainnya harus dapat izin. Nana mengatakan, ada sistem khusus yang bisa digunakan untuk mengatur berapa banyak orang yang bisa masuk ke Masjidil Haram.
Kemudian, saat tawaf, jemaah tak bisa lagi mendekat ke Ka’bah, semua sudah diatur kelompok dan barisannya. Saat tawaf juga tidak diperbolehkan mencium Hajar Aswat.
“Jadi ibadahnya hanya yang wajib saja. Niat dari Hajar Aswat, salat di belakang makam Ibrahim, intinya pelaksanaan sekarang tidak boleh mendekat ke Ka’bah dan tidak ada tawaf sunnah karena yang boleh tawwaf hanya yang umrah saja,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Vivo dikabarkan mengembangkan smartphone layar lebar berukuran di bawah 6,5 inci. Ponsel tersebut ditargetkan meluncur pada 2027.
Neymar Sr. resmi menjadi CEO Santos hingga akhir 2026. Kelanjutan jabatannya bergantung pada hasil pemilihan presiden klub 12 Desember.
Perempuan 27 tahun meninggal dalam kecelakaan truk tangki dan Honda Beat di Ring Road Utara Sragen. Evakuasi melibatkan tim gabungan.
Sering cemas dan overthinking? Penelitian CHILL menunjukkan neurotisisme dapat dikelola melalui latihan emosi dan kebiasaan baru.
Singapura dan Malaysia masuk enam besar eksportir chip dunia pada 2025. Indonesia berada di peringkat 25 dengan ekspor US$766,97 juta.