11 Guru Positif Covid-19, SMA di Sukoharjo Ditutup

Ilustrasi. - Freepik
11 November 2020 17:27 WIB R Bony Eko Wicaksono News Share :

Harianjogja.com, SUKOHARJO—SMAN 1 Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditutup sementara menyusul 11 guru yang positif Covid-19. Para guru yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah hingga dinyatakan sembuh.

Ada 17 guru kontak erat pasien positif Covid-19. Mereka menjalani uji swab dengan pengambilan sampel cairan tenggorokan pada 4 November oleh Puskesmas Polokarto. Hasil uji swab keluar pada 10 November yang menyebutkan 10 guru terkonfirmasi positif dan satu guru inkonklusif. Guna mencegah persebaran Covid-19, aktivitas di SMAN 1 Polokarto ditutup sementara mulai 10 November.

BACA JUGA: Covid-19: Pembatasan Sosial di Banguntapan & Sewon Akan Dikaji

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, mendapat laporan penutupan sementara SMAN 1 Polokarto dan surat salinan hasil uji swab para guru di sekolah setempat. Transmisi penularan Covid-19 diduga berasal dari salah satu guru yang terinfeksi virus namun tak bergejala. “Ada salah satu guru terpapar Covid-19 dan berinteraksi dengan guru lainnya di sekolah. Setelah ditelusuri satuan tugas [satgas] penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan, ada 17 kontak erat pasien positif dan langsung menjalani uji swab,” kata dia, saat ditemui JIBI di kantornya, Rabu (11/11/2020).

Darno langsung berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Sekolah ditutup sementara hingga para guru dinyatakan sembuh. Kendati menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) namun para guru dan karyawan sekolah tetap masuk untuk memberikan materi pelajaran kepada para siswa secara dalam jaringan (daring).

BACA JUGA: Begini Rasanya Menonton Bioskop di Jogja di Tengah Pandemi

Disdikbud Sukoharjo mencatat sebelumnya ada satu guru SMP di wilayah Gatak yang terinfeksi Covid-19. Saat ini, guru tersebut sudah dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas di sekolah. “Ini kasus kali pertama penutupan sementara sekolah akibat pandemi Covid-19. Saya berharap para guru dan karyawan sekolah mematuhi anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar dia.

Disinggung pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas, Darno belum memberikan lampu hijau. Status kejadian luar biasa (KLB) dan masa tanggap darurat Covid-19 belum dicabut oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. Terlebih, jumlah pasien positif cenderung naik setiap pekan. Dia tak mau mengambil risiko muncul klaster baru persebaran pandemi Covid-19 di sekolah

Kepala SMAN 1 Polokarto, Sutikno, menyampaikan aktivitas di sekolah ditutup sementara pada 10 November sekitar pukul 09.00 WIB. Kebijakan ini diambil untuk menghambar laju persebaran pandemi Covid-19 di lingkungan sekolah. Sutikno berharap para guru segera sembuh dan kembali membimbing dan mengajari materi pelajaran kepada siswa.

Sumber : JIBI/Solopos