Advertisement

Mahasiswa Coret Jilbab Polwan, Ini Respons Kepolisian

Newswire
Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:57 WIB
Sunartono
Mahasiswa Coret Jilbab Polwan, Ini Respons Kepolisian Polda Metro Jaya tanggapi aksi mahasiswa coret jilbab Polwan saat demo di Mabes Polri, 3.992 personel diterjunkan. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya merespons aksi seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jumat (27/2). Polisi menilai tindakan tersebut tidak pantas dan bernuansa provokatif.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan seragam sekaligus penutup aurat, sehingga tidak semestinya dijadikan media ekspresi yang merendahkan.

Advertisement

"Kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian dan memiliki fungsi sebagai penutup aurat sehingga tidak semestinya dijadikan sarana ekspresi yang bernuansa provokatif," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan secara beradab tanpa tindakan yang merendahkan martabat ataupun memancing emosi di lapangan. Menurutnya, Polri tetap menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi, namun pelaksanaannya harus tertib, santun, dan beretika.

“Personel kami di lapangan melayani kegiatan penyampaian pendapat secara humanis. Namun cara menyampaikan aspirasi juga harus menjaga etika serta menghormati pihak lain,” ujarnya.

Budi juga mengapresiasi mahasiswa karena secara umum kegiatan penyampaian aspirasi pada Jumat (27/2) berlangsung aman, tertib, dan damai. Meski demikian, ia menyoroti adanya oknum mahasiswa yang memaki anggota Polri serta menuliskan kata-kata tidak elok pada kain penutup kepala Polwan.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa kesabaran itu bisa membuat situasi semua aman, kondusif, dan dapat dikendalikan," kata Budi.

Dalam pengamanan aksi tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan total 3.992 personel. "Sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran," ujar Budi dalam keterangan terpisah, Jumat.

Ia menjelaskan, pelibatan ribuan personel dilakukan guna memastikan unjuk rasa berjalan tertib serta menjaga aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadhan.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Instagram melalui akun BEM UI (@bemui_official) yang memuat informasi mengenai rencana demonstrasi di Mabes Polri pada Jumat (27/2).

Dalam unggahan tersebut disebutkan aksi digelar pukul 13.00 WIB di Mabes Polri, Jakarta Selatan, terkait kematian siswa madrasah berinisial AT (14) yang diduga melibatkan anggota Brimob.

Dalam video yang turut beredar, tampak seorang mahasiswi berjaket kuning mengambil kain penutup kepala dari salah satu personel negosiator Polwan. Mahasiswi tersebut kemudian menuliskan kata-kata yang kurang pantas pada kain putih tersebut dan mendokumentasikannya dengan memegang kain yang telah bertuliskan kalimat tersebut di lokasi aksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DKP DIY Genjot Konsumsi Ikan dengan 795 Kegiatan di 2026

DKP DIY Genjot Konsumsi Ikan dengan 795 Kegiatan di 2026

Jogja
| Sabtu, 28 Februari 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement