Covid-19 Bermutasi, Inggris Larang Pendatang dari Denmark

Ilustrasi. - Reuters
07 November 2020 22:47 WIB Aprianto Cahyo Nugroho News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Inggris menutup pintu kedatangan dari Denmark menyusul adanya mutasi Covid-19 langka di peternakan cerpelai negara Nordik tersebut.

Dilansir dari Bloomberg pada Sabtu (6/11/2020), Departemen Transportasi Inggris mengatakan pendatang dari Denmark akan ditolak masuk mulai Minggu (7/11/2020) pukul 4.00 waktu setempat. Hal ini diumumkan hanya 24 jam setelah memberlakukan karantina pada pendatang dari negara tersebut.

Sementara itu, warga negara Inggris, pemegang visa dan penduduk tetap yang telah ke Denmark dalam dua minggu terakhir harus melakukan isolasi mandiri dan tindakan lebih lanjut mengenai barang kiriman akan diumumkan pada akhir pekan.

Denmark mengatakan awal pekan ini telah menemukan mutasi unik dari virus yang berpotensi menggagalkan pengembangan vaksin. Pejabat kesehatan kini tengah melakukan koordinasi untuk mengatasi wabah dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mencakup pemusnahan seluruh populasi cerpelai yang mencapai 17 juta ekor.

Menyusul penemuan tersebut, Inggris menghapus Denmark dari daftar koridor perjalanannya dan menerapkan karantina untuk kedatangan dari wilayah tersebut mulai Jumat.

Pada briefing Kamis malam, Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heunicke mengatakan mutasi Covid-19 yang berasal dari semenanjung barat Jutlandia tersebut juga telah diidentifikasi pada setidaknya satu orang di bagian timur negara tersebut, yang lebih dekat ke ibu kota, Kopenhagen.

Pejabat kesehatan Denmark mengatakan mereka mengetahui ada 12 orang yang terinfeksi virus baru itu. Pada Jumat, media lokal melaporkan bahwa lebih dari 200 orang telah terjangkit berbagai bentuk mutasi virus corona yang berasal dari cerpelai, sedangkan 14 di antaranya berada di luar wilayah asalnya.

Denmark mencatat rekor kasus harian sebanyak 1.427 kasus pada hari Jumat, meskipun otoritas kesehatan mengatakan lonjakan tersebut dikarenakan ada peningkatan kapasitas pengujian.

Ahli epidemiologi Denmark Kare Molbak mengatakan perwakilan WHO sangat khawatir tentang temuan di negaranya. Denmark sejauh ini belum menerima laporan wabah serupa dari negara lain yang memiliki populasi cerpelai yang besar, seperti Belanda.

Pejaba kesehatan Denmark mengatakan orang yang tertular mutasi virus tersebut tidak mengalami gejala yang lebih parah. Virus tersebut diperkirakan ditularkan ke cerpelai dari manusia, dan cerpelai yang terinfeksi mampu menularkan kembali ke manusia.

Sumber : Bisnis Indonesia