Ini 5 Tahapan Vaksinasi Covid-19 yang Akan Dimulai Akhir 2020

Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19 pada (10/4/2020). - Antara
07 November 2020 09:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjabarkan lima tahapan pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia mulai kuartal IV/2020 hingga kuartal IV/2021.

Pada tahap I atau kuartal IV/2020, rencananya Indonesia akan memiliki 2.233.961 dosis vaksin. Kemudian, pada tahap selanjutnya pada kuartal I/2021 akan tersedia tambahan 4.098.376 dosis vaksin.

Pada tahap 3 dan 4 atau kuartal II/2020 dan kuartal III/2021 vaksin akan bertambah sebanyak 5.080.616 dosis dan 4.375.000 dosis.

Terakhir pada kuartal IV/2021, pemerintah berkomitmen menyediakan tambahan 86.662.867 dosis vaksin. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2021 akan tersedia sekitar 102,45 juta dosis vaksin di Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang dirilis Bappenas melalui media sosial instagram, target vaksin 70 persen akan diberikan kepada warga berusia 19-59 tahun.

Selain itu, program vaksinasi akan melibatkan 2.877 RS Pemerintah, TNI/Polri dan RS Swasta serta 10.134 puskesmas.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah hendak memberikan vaksinasi kepada 160 juta masyarakat prioritas.

Mereka terdiri dari orang-orang yang berada pada garda terdepan, sejumlah masyarakat umum, tenaga pendidikan, aparatur pemerintah, peserta BPJS PBI, serta masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya.

Pada 2021, kata Airlangga, Indonesia telah mengamankan 270 juta dosis vaksin Covid-19. Secara bertahap pengadaan vaksin akan terus dilakukan hingga mencukupi kebutuhan.

Sejauh ini tiga perusahaan pembuat vaksin telah menyampaikan komitmen, yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino. Pembelian dan penyerahan vaksin akan dilakukan setelah uji klinis tahap 3 rampung.

Dia menjabarkan bahwa Indonesia telah mengamankan 143 juta dosis vaksin dari Sinovac. “Dan Sinofarm itu sekitar di tahun 2020, 15 juta, kemudian terkait Cansino ini menjanjikan kita sekitar 100.000 di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta,” ujarnya.

Adapun, awalnya pemerintah merencakan vaksinasi dimulai pada November 2020. Namun, kemudian diundur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat menyampaikan jadwal terbaru vaksinasi. Tahap awal akan dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2020.

Vaksinasi tersebut akan menggunakan vaksin dengan status persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia