Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta pada Juni, Impor Lampaui Ekspor
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. /Bloomberg\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) Sri Rezeki S. Hadinegoro menerangkan efek samping yang terjadi setelah vaksinasi.
Menurut dia, umumnya efek samping itu muncul justru bukan dari virus melainkan dari bahan vaksin lainnya.
Sri Rezeki menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 yang sedang diproduksi menggunakan virus yang dimatikan. Kemudian, agar respons imun tubuh terhadap virus tersebut ditambahkan bahan lainnya.
“Supaya responsnya [tubuh] bagus, vaksin ini ditambahkan zat untuk meningkatkan imun, efek sampingnya biasanya karena dari zat itu, dan bukan dari virusnya,” kata dia dalam Lokakarya Vaksin untuk Negeri, Sabtu (31/10/2020).
Sri menjelaskan, vaksinasi ditujukan untuk melatih imun tubuh agar bisa melawan imun-imun tertentu.
Tiap penyakit memiliki sifat virus yang berbeda-beda, sehingga vaksinnya juga berbeda-beda dan harus spesifik.
Adapun, keamanan vaksin sudah bisa dibuktikan jika sudah masuk uji fase 3. Pasalnya, jika gagal pada uji kliunis fase 1, pengujian vaksin tidak akan dilanjutkan.
“Uji vaksin itu bertahap, ada 3 fase, jadi vaksin ini kalau fase 1 tidak aman, tidak akan diteruskan, dan akan didrop. Misalnya uji ke binatang, lalu pada mati, ya tidak akan diteruskan ke manusia. Bertahap, ini artinya sebagai skrining, karena praklinis itu yang bisa maju hanya 7 persen. Untuk sampai ke fase 3, keamanan fase 1 dan 2 harus terlampaui,” kata Sri.
Kemudian, dalam konteks vaksin Covid-19, distribusinya harus memiliki emergency use authority (EUA) karena harapannya vaksin bisa segera didistribusi.
Terkait dengan kabar vaksin yang tidak aman seperti yang tersebar milik AstraZeneca, Sri menjelaskan bibit vaksin tak kemudian dibuang begitu saja, karena sudah sampai uji kepada manusia.
Pengujian vaksin akan tetap dilanjutkan, namun terlebih dahulu diperiksa apa-apa saja yang menyebabkan kematian atau kesakitan dari para relawan.
“Vaksin tidak kayak pisang goreng, kalau gagal terus dibuang, kalau sudah sampai uji manusia kemudian ada kegagalan atau kesalahan akan dipastikan dulu apa penyebab sakit atau meninggalnya si relawan. Jadi uji vaksin AstraZeneca juga akan tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.