Tips Aman dari Covid-19 selama Libur Panjang

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Harian Jogja/Dok
28 Oktober 2020 22:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indoenesia Pandu Riono memberikan beberapa tips kepada masyarakat pada libur panjang atau long weekend 28-30 Oktober 2020.

Menurutnya, masyarakat harus menerapkan dan mengapilkasikan 3M, yaitu memakar masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dalam berbagai aktivitas. Baik di lingkungan rumah maupun saat berwisata di luar kota.

Selain itu, Pandu juga mengingatkan 3C yang perlu dilakukan, yaitu menghindari keramaian (crowded place), menghindari ruangan tertutup (closed place) dan mengurangi berbicara di tempat umum (conversation).

“Jadi jangan ngomong [berlebihan di ruang publik], hindari orang yang ngomong, karena kalau ngomong akan mengeluarkan droplet,” katanya saat Live Instagram bersama JIBI, Selasa (27/10/2020).

Selain itu, Pandu meminta masyarakat untuk menghindari area tertutup atau ruangan dengan ventilasi buruk atau ruang ber AC. Jika ingin menyantap hidagan di restoran, lanjutnya, lebih baik pilih tempat duduk di ruang terbuka atau outdoor area.

Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari potensi penularan Covid-19 secara masif dari orang-orang sekitar. 

“Di ruang tertutup jangan banyak ngomong, makan saja. Kalau teriak pasti ada semburan, droplet itu tidak terasa,” tuturnya.

Pandu mendapat informasi bahwa hingga kini 80 persen hotel yang ada di Puncak dan Bogor, Jawa Barat telah penuh dipesan oleh wisatawan menjelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Meski demikian, dia menilai kondisi tersebut sangat wajar karena masyarakat sudah bosan terjebak di rumah akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret 2020. 

Karena itu, Pandu mengaku pergerakan masyarakat saat libur panjang tidak bisa dihambat secara total. 

“Pandemi membuat mental breakdown. Apalagi kalau harus isolasi. Kita kan lebih senang merdeka. Di-lockdown itu kan melawan hak merdeka. Jadi memang tidak mungkin dihambat 100 persen,” imbuhnya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia