Rapid Test Acak pada Wisatawan di Candi Borobudur, 15 Orang Reaktif

Rapid test dan swab PCR Covid-19 secara acak terhadap wisatawan di Tourist Information Center (TIC) Borobudur Kabupaten Magelang, Rabu (28/10/2020). - Ist/dok Satgas Covid/19
28 Oktober 2020 19:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, melakukan rapid test dan swab PCR Covid-19 secara acak terhadap wisatawan yang tengah berlibur ke Candi Borobudur dan sekitarnya, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19.

Kepala Bidang Operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, menyebut kegiatan ini dilakukan selama lima hari mulai tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah, nomor: 440/7813/3 tertanggal 26 Oktober 2020.

"Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam rangka menghadapi libur panjang sebagai antisipasi dan deteksi dini Covid-19 di Jawa Tengah,” kata Retno, di sela kegiatan, Rabu (28/10/2020).

BACA JUGA: Ini Pengakuan Masing-Masing Kelompok dalam Bentrok Sesama Pemuda Pancasila di Bantul

Retno yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang ini menyebutkan tes acak yang digelar menghadapi musim libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW ini dilakukan di tujuh lokasi yang tersebar di Jawa Tengah,.

Selain Candi Borobudur, lokasi lainnya meliputi Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Wisata Dusun Semilir Semarang, Wisata Dieng Wonosobo, Wisata Owabong Purbalingga, Wisata Tawangmangu Karanganyar dan Terminal Pati.

"Untuk Kabupaten Magelang, dilaksanakan di Halaman TIC Borobudur. Waktu pelaksanaannya, mulai pukul 07.30 hingga 15.00 setiap hari selama lima hari tersebut," jelasnya.

BACA JUGA: UMKM Bisa Dapat Bantuan dari Facebook Rp31 Juta, Ini Caranya

Pada hari pertama ini, sebanyak 155 orang wisatawan menjadi sasaran. Mereka adalah wisatawan di Candi Borobudur dan sekitarnya yang dipilih secara acak. Adapun hasilnya, 140 non reaktif, 15 reaktif. "Dari sebanyak 15 yang reaktif tersebut, ditindaklanjuti dengan swab test dan hasilnya negatif.”

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menyebutkan pada Rabu (28/10/2020), ada penambahan 17 pasien positif. Tujuh kasus berasal dari Kecamatan Secang, tiga dari Mertoyudan, Grabag (2), Srumbung (2), Kaliangkrik (2), Muntilan, dan Bandongan satu orang.

BACA JUGA: Sekarang Bisa Rilis Single, Biduan Asal Jogja Ini Pernah Dibayar Rp50.000 Sekali Manggung

Meski demikian, saat ini ada tujuh yang sembuh. Tiga dari Mungkid, dan masing-masing satu orang dari Dukun, Bandongan, Mertoyudan serta Borobudur.  "Dengan tambahan 17 baru dan 7 sembuh itu, jumlah kumulatif pasien positif mencapai 997 orang. Rinciannya, 153 dirawat dirumah sakit dan menjalani isolasi mandiri, 817 sembuh serta 27 meninggal," kata Nanda.

Menurut Nanda, masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif ini menandakan jika Virus Covid di Kabupaten Magelang masih ada. Terkait hal itu, pihaknya minta kepada masyarakat agar menaati Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbub Kabupaten Magelang No. 38 Tahun 2020 tentang pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Di antaranya melakukan pengecekan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak minimal satu meter dan menghindari kerumunan serta disiplin mematuhi protokol kesehatan. "Hal lainnya, mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang cukup dan minum vitamin serta menjaga daya tahan tubuh," kata dia.