Hasil Penelitian, Obat Kumur Efektif Nonaktifkan Virus Corona dalam 30 Detik

Ilustrasi berkumur -
21 Oktober 2020 13:27 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti di Penn State College of Medicine melakukan penelitian yang hailnya menemukan bahwa obat kumur dapat menonaktifkan virus corona.

Berdasarkan penelitian yang hasilnya diterbitkan dalam Journal of Medical Virology, para peneliti menguji berbagai bilasan oral dan nasofaring yang termasuk larutan sampo bayi 1 persen, neti pot, pembersih mulut peroksida, dan obat kumur, untuk menentukan seberapa baik mereka menonaktifkan virus corona pada manusia.

Hasilnya, obat kumur efektif menonaktifkan lebih dari 99,9 persen virus hanya dalam waktu 30 detik. 

Baca juga: Demo UU Cipta Kerja di Bundaran UGM, Ada 'Dukun' yang Ikut Bersuara

Lebih khusus lagi, para peneliti menggunakan tes untuk mereplikasi interaksi virus di rongga hidung dan mulut dengan kumur dan obat kumur, karena rongga hidung dan mulut dianggap sebagai titik masuk utama untuk masuknya virus corona pada manusia, termasuk SARS-CoV -2. Meskipun para peneliti tidak secara khusus menguji SARS-CoV-2 dalam penelitian tersebut, virus baru secara genetik mirip dengan virus corona manusia lainnya yang diuji, membuat para peneliti berhipotesis bahwa hasilnya akan serupa.

Dalam penelitian ini, jenis virus corona manusia dicampur dengan larutan sampo bayi, berbagai obat kumur antiseptik peroksida, dan berbagai merek obat kumur, sehingga larutan dapat berinteraksi dengan virus untuk waktu yang berbeda, termasuk 30 detik, satu menit, dan dua menit. Solusinya kemudian diencerkan untuk mencegah inaktivasi virus lebih lanjut. 

Baca juga: BNPB: Pekan Depan Libur Panjang, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!

Untuk mengukur seberapa banyak virus yang dinonaktifkan, para peneliti menempatkan larutan yang diencerkan dalam kontak dengan sel manusia yang dikultur. Mereka menghitung berapa banyak sel yang tetap hidup setelah beberapa hari terpapar larutan virus dan menggunakan jumlah itu untuk menghitung jumlah virus corona pada manusia yang dinonaktifkan akibat paparan obat kumur atau obat kumur yang diuji.

Penulis utama studi Craig Meyers, seorang profesor terkemuka mikrobiologi dan imunologi serta kebidanan dan ginekologi, mengatakan hasil menunjukkan bahwa jumlah virus (viral load) di mulut orang yang terinfeksi dapat dikurangi dengan menggunakan produk yang dijual bebas ini. 

"Sementara kami menunggu vaksin dikembangkan, metode untuk mengurangi penularan dibutuhkan. Produk yang kami uji sudah tersedia dan sering kali sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari orang," kata Meyers seperti dilansir dari Fox News, Rabu (21/10/2020).

Temuan tim mendukung penelitian sebelumnya yang juga melihat bagaimana obat kumur dapat mengurangi viral load manusia. Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Function pada Mei juga menyimpulkan bahwa obat kumur dapat berperan dalam mencegah penularan virus corona baru.

Selain itu, studi yang lebih baru yang diterbitkan dalam The Journal of Infectious Diseases sampai pada kesimpulan serupa. Meyers mengatakan bahwa temuannya menambah penelitian ini, mencatat bahwa timnya mengevaluasi selama pada waktu kontak yang lebih lama selain mempelajari produk yang dijual bebas dan pembilas hidung yang tidak dievaluasi dalam penelitian lain.

Sumber : Bisnis.com