Advertisement
Gatot Nurmantyo Mengaku Sudah Peringatkan Pemerintah Ancaman Senjata Biologis Sejak 2017
residium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kanal youtube refly harun
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo memberikan pernyataan menarik. Ia menilai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam penanganan Covid-19 layak mendapat rapor merah.
Padahal, Gatot menuturkan, dirinya sudah memperingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal potensi ancaman senjata biologis dan epidemi sejak tahun 2017. Saat itu, Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI.
Advertisement
“Terjadinya [epidemi] 2019 sampai akhir 2020 dan penanganan pada bulan-bulan pertama itu golden time ini tidak dilakukan, bahkan pada bulan kedua kita masih belum tanggap malah mendatangkan turis,” kata Gatot dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (21/10/2020).
Baca juga: Demo UU Cipta Kerja di Bundaran UGM, Ada 'Dukun' yang Ikut Bersuara
Akibatnya, menurut dia, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada Oktober 2020 sudah mencapai di angka 350 ribu penduduk. Dengan kata lain, jumlah kasus positif itu terbanyak di kawasan Asia Tenggara.
“Sedangkan tes Covid-19 di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 0,88 persen dari total penduduk artinya sekitar 88 orang per 1000 orang penduduk ini sebaga angka [kemampuan tes] terendah di dunia,” ujarnya.
Baca juga: 150.000-an Pekerja Belum Terima Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah
Di sisi lain, dia juga menyoroti ihwal komitmen pemerintah dalam hal anggaran penanganan Covid-19. Dia membeberkan anggaran untuk penanganan Covid-19 hanya sebesar 12 Persen. Sedangkan, anggaran untuk stimulus dunia usaha mencapai 24 persen.
Indonesia mencatat 11.151 pasien meninggal dunia selama 7 bulan perang melawan pandemi Covid-19. Jumlah itu menempatkan negara ini pada urutan ketiga di Asia.
Berdasarkan data dari Worldometers, Senin (5/10/2020) Indonesia kalah dari Iran dengan selisih lebih dari 2 kali lipat. Pada urutan pertama ada India yang mencatat total kematian pasien Covid-19 hampir 10 kali lipat dari Indonesia.
Adapun, Indonesia dalam situs tersebut unggul dalam kasus kematian akibat Covid-19 dari Irak, Turki, Pakistan, Filipina, Bangladesh, dan Arab Saudi. Padahal, seluruh negara ini melaporkan kasus positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.
Tingkat kematian memang menjadi satu permasalahan. Berulang kali, baik Presiden dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan pentingnya meningkatkan perawatan pasien untuk menekan angka kematian.
Mengacu pada data tersebut, tingkat kematian di Indonesia per 4 Oktober 2020 sebesar 3,67 persen. Angka ini dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata negara di Asia, yakni 1,82 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Suasana Haru Warnai Pemakaman Kopda Farizal di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
Advertisement
Advertisement








