Tetap Sehat dan Aman saat Naik Ojol di Tengah pandemi

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
20 Oktober 2020 15:37 WIB Salsabila Annisa Azmi & Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lebih dari tujuh bulan hidup di bawah kungkungan pandemi, perlahan masyarakat kini mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Dengan harus menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak), masyarakat kini menjalani aktivitas mereka, salah satunya adalah memanfaatkan ojek daring sebagai salah satu moda transportasi.

Saat ini ojek daring menjadi alternatif transportasi umum. Khususnya bagi mereka yang enggan berdesakan atau berkerumun di dalam bus atau kereta api.

Kendati transportasi satu ini tak memiliki ruang tertutup, melonggarkan protokol kesehatan saat mengendarai ojek daring bisa membawa petaka.

Itulah sebabnya, mengendarai ojek daring tentunya memiliki protokol khusus yang harus diperhatikan masyarakat. Menggunakan masker dan menjaga jarak menjadi hal yang wajar dilakukan di berbagai transportasi umum, tak terkecuali ojek daring.

Setidaknya, di Bandung, Juni lalu, ojek daring menjadi sumber penularan Covid-19. Bahkan di Kota Kembang, ojek daring masuk dalam klaster penularan virus Corona selain puskesmas dan pasar tradisional.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengingatkan para driver Gojek untuk wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan menggunakan hand sanitizer saat menerima order, sesuai dengan peraturan pemerintah.

"Kami juga mewajibkan penumpang Goride dan Gocar menggunakan masker. Pada layanan Goride dan Gocar, kami mewajibkan penumpang menggunakan masker selama berkendara demi keamanan dan kesehatan," kata dia, belum lama ini.

Bahkan, kata dia, jika salah satu pihak tidak menggunakan masker, kata dia, maka order bisa dibatalkan.

Bagi penumpang yang tidak memiliki masker, mereka yang mengantre di booth titik pencegahan Covid-19 milik Gojek akan diberikan masker dengan gratis. Booth ini ditempatkan di beberapa titik jemput besar yang juga memberikan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu dan menyediakan hand sanitizer.

Monita mengatakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap sudah menjadi kewajiban bagi driver dan pengguna. Penumpang diharuskan mengenakan masker, dan driver Goride harus mengenakan masker serta sarung tangan.

Startup decacorn ini juga mengimbau penggunanya untuk membawa helm sendiri. Mereka yang mengantre di booth titik pencegahan Covid-19 juga bisa mendapatkan disinfeksi helm dengan gratis.

Selain itu, dengan hadirnya Posko Aman Gojek, di tengah pandemi Covid-19, driver dan pengguna jasa Gojek diharapkan bisa merasa lebih aman

Posko Aman Gojek merupakan upaya menjamin kesehatan dan keselamatan mitra driver Gojek, yang memberikan layanan pada masyarakat. Posko Aman Gojek ini juga implementasi dari inisiatif jaga kesehatan, kebersihan dan keselamatan (J3K).

Selain Gojek, Grab Indonesia juga menerapkan terobosan baru agar para mitra dan penggunanya taat protokol kesehatan. Grab Indonesia kini mewajibkan dua hal baru bagi pengemudinya yakni formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan serta wajib berswafoto menggunakan masker.

Fitur deklarasi dan kebersihan online ini akan mengharuskan mitra pengemudi dan pengantaran, serta penumpang untuk memastikan mereka tidak menunjukkan gejala Covid-19 dan telah mematuhi langkah-langkah keamanan serta kebersihan yang diperlukan, sebelum mereka mulai mengemudi, mengantarkan pesanan, atau memesan kendaraan.

Mitra pengemudi dan pengantaran juga diminta untuk mengambil selfie dengan menggunakan masker pada fitur mask swafoto (pengecekan masker via swafoto) setelah melengkapi formulir deklarasi. “Apabila tidak melengkapi tahapan berikut, mitra pengemudi tidak dapat melakukan pengambilan pesanan,” kata Head of Public Affairs Grab Indonesia Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan masyarakat hendaknya tetap mewaspadai penularan virus Corona di berbagai moda transportasi umum. “Penerapan protokol kesehatan, salah satunya adalah displin terhadap 3M menjadi kunci memutus penularan,” kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia