Satgas: Vaksin Bukan Satu-satunya Jalan Perangi Pandemi Covid-19

Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n
19 Oktober 2020 01:17 WIB Ropesta Sitorus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat luas di seluruh dunia saat ini tengah menanti-nantikan peredaran vaksin Covid-19. Tak sedikit yang takut beraktivitas normal atau menolak bepergian karena  menunggu munculnya vaksin yang resmi. 

Tapi, apakah vaksin Covid-19 menjadi satu-satunya jalan untuk memerangi pandemi ini? Ternyata tidak. 

Vaksin bukanlah satu-satunya solusi untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksin adalah bentuk intervensi kesehatan kepada masyarakat. Penerapan disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan malahan lebih efektif menurunkan risiko penularan sampai 80%. Protokol tersebut antara lain mencakup pakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan serta cuci tangan dengan sabun.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Vaksin Corona Rp200.000 per Dosis

"Adaptasi perubahan perilaku memang tidak mudah. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antar elemen masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19, termasuk dalam program vaksinasi yang akan kita hadapi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam memberi edukasi lewat keterangan pers yang dikutip Bisnis, Minggu (18/9/2020). 

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengedukasi masyarakat tentang upaya yang dilakukan pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19. Pasalnya, dia menilai masih banyak masyarakat yang mempertanyakan dan menunggu informasi resmi dari pemerintah perihal vaksin dan upaya penanganan pandemi ini.  

Wiku meminta masyarakat cerdas dan selektif dalam menerima informasi, sebelum mempercayai dan membagikan informasi tersebut kepada orang lain. "Jadi, kami mohon agar masyarakat betul-betul memahami kondisi pandemi Covid-19, sambil mengubah perilaku, memastikan kita bisa bertahan dan menunggu program vaksinasi, sehingga kita bisa terlindungi dengan berbagai cara," pesan Wiku.

BACA JUGA : Pusat Berencana Memulai Vaksinasi Corona Bulan Depan 

Wiku juga memastikan Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal jalannya uji klinis kandidat vaksin. Termasuk melakukan pengawasan mutu produk melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) hingga produk akhir atau siap pakai yang diharapkan kelak memiliki izin edar obat oleh BPOM.

"Sejauh ini belum ada laporan terkait efek samping serius dari relawan yang mengikuti uji coba klinis," katanya.

Dia mengatakan ppeta jalan atau roadmap vaksin, akan menjadi langkah yang konkrit dalam menjalankan program vaksinasi dan dilakukan berdasarkan tingkat risiko yang ada di masyarakat. Juga untuk rincian dan alokasi bagi prioritas vaksinasi dalam tahap finalisasi.

Pemerintah, kata dia, mengedepankan asas keadilan. Masyarakat diminta bersabar dan memantau informasi resmi dari pemerintah. "Seluruh alokasi prioritas mempertimbangkan kriteria dan prioritas penerima serta wilayah yang mengacu Perpres No. 99 Tahun 2020," jelas Wiku.

Lebih jauh, Wiku juga menyampaikan beberapa hal perihal vaksin. Pertama, terkait istilah vaksin, yakni produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas) dan akan melindungi manusia dari penyakit yang sedang mewabah, dalam hal ini pandemi Covid-19.

Adapun, vaksinasi adalah prosedur memasukkan vaksin ke dalam tubuh, untuk menstimulasi sistem imun tubuh dan akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit.

Ketiga, imunisasi adalah suatu proses yang membuat tubuh manusia terlindung dari suatu penyakit melalui proses vaksinasi tersebut. Keempat, istilah imunitas, yaitu kemampuan kekebalan tubuh memerangi suatu penyakit. "Dengan demikian, apabila terjadi imunisasi, akan terbentuk imunitas dan akhirnya kita bisa terlindungi," jelas Wiku.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: DIY Butuh 3,8 Juta Vaksin

Saat ini ada sejumlah kandidat vaksin yang disiapkan yaitu Sinovac, Sinopharm, Kansino, Astra Zeneca dan Genexine. Namun sebelum vaksin-vaksin itu diproduksi secara massal, baik diproduksi dalam negeri maupun luar negeri, harus lulus beberapa tahapan uji klinis.

Tahapan-tahapan ini kata Wiku, bertujuan untuk memastikan keamanan pada manusia termasuk juga menentukan takaran dosis yang aman untuk digunakan. "Saya ulangi sekali lagi, keamanan vaksin bagi masyarakat adalah prioritas dan tugas utama Pemerintah," tuturnya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia