Akademisi Unsoed: Peserta Pilkada Perlu Optimalkan Kampanye Daring

Ilustrasi. - Ist/Freepik
11 Oktober 2020 07:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANYUMAS - Para peserta Pilkada 2020 perlu mengoptimalkan kampanye secara daring untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Edi Santoso. 

"Kampanye secara daring perlu dioptimalkan sebagai salah satu alternatif kampanye yang efektif dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19," kata Edi Santoso, di Purwokerto, Banyumas, Sabtu (10/10/2020) seperti dikutip dari Antara--jaringan Harianjogja.com.

Namun, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed tersebut mengakui bahwa kampanye secara daring juga memiliki sejumlah tantangan.

"Pertama soal infrastruktur. Banyak wilayah yang jaringan internetnya belum memadai. Juga soal kepemilikan sarana. Meskipun 'smartphone' sudah bukan barang mewah, tetap saja masih ada kalangan yang belum bisa mengaksesnya. misalnya orang-orang tua di perdesaan," katanya lagi.

Selain itu, kata dia, tantangan kampanye daring yang kedua adalah soal budaya.

"Beberapa masyarakat kita belum punya tradisi kampanye daring. Dalam kampanye model ini, masyarakat atau pemilih harus proaktif. Netizen bergerak atas dasar inisiatif atau partisipasi aktif, bukan mobilisasi, sehingga perlu konten yang sangat kreatif agar dapat disukai," katanya pula.

Baca Juga: Harta Puan Maharani Mencapai Rp364,5 Miliar, Ini Rinciannya

Menurut dia, konten yang kreatif akan membuat kampanye daring makin efektif.

Sedangkan pengamat politik dari Unsoed Ahmad Sabiq menambahkan, selain kampanye, sosialisasi mengenai tahapan pilkada juga perlu dioptimalkan secara daring.

Dia mengatakan KPU sebagai penyelengggara pilkada juga perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui media sosial guna meningkatkan partisipasi pemilih.

"Pada masa pandemi seperti sekarang ini sosialisasi yang menghadirkan kerumunan massa perlu dihindari, karenanya perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui media sosial," katanya lagi.

Karena itu, kata dia, penyelenggara pilkada perlu makin kreatif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"KPU dituntut untuk kreatif agar bisa beradaptasi dengan situasi dan menghasilkan konten-konten digital yang apik dan menarik. Tidak hanya lewat media massa konvensional seperti TV, radio, surat kabar. Namun juga di media sosial," kata dia pula.

Ia menambahkan sosialisasi ini harus dilakukan secara intensif dan diusahakan dapat menjangkau segenap lapisan masyarakat.

"Misalnya bagi yang tidak terjangkau dengan medsos karena kendala akses internet, maka harus terjangkau dengan TV dan radio. Artinya harus saling melengkapi memanfaatkan segala teknologi yang ada," katanya lagi.

Sumber : antara