Wawancara Kursi Kosong, Najwa Shihab Dilaporkan ke Polisi oleh Relawan Jokowi

Najwa Shihab - Instagram @najwashihab
06 Oktober 2020 16:17 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jurnalis Najwa Shihab (Nana) dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto. Nana dilaporkan karena wawancara kursi kosong yang dipublikasikan pada 28 September 2020 melalui media elektronik.

Silvia Devi Soembarto menganggap Nana telah melakukan penghinaan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mewawancara kursi kosong.

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab telah melukai hati kami sebagai pembela Presiden karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo dan saatnya kami relawan bersuara karena kami takutkan kejadian Najwa Shihab akan berulang," kata Silvia, Selasa (6/10/2020).

BACA JUGA: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gedung Parlemen Akan Dilockdown

Dia menjelaskan selain melaporkan Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya, pihaknya juga akan melaporkan hal tersebut ke Dewan Pers, agar Najwa Shihab dipanggil dan dimintai klarifikasi mengenai wawancara kursi kosong yang dilakukan tersebut.

"Kami sudah diskusikan ini ke SPKT Polda Metro Jaya dan diarahkan ke Siber. Lalu, karena laporan ini lex spesialis, tentu kami juga harus ke Dewan Pers nanti," katanya.

Sebelumnya Najwa Shihab melalui akun sosial media mengunggah video #MataNajwaMenantiTerawan pada 28 September 2020. Dalam video tersebut, Najwa melakukan wawancara dengan bangku kosong seperti sedang mewawancarai Menkes Terawan.

Hal itu dilakukan Najwa karena dia sudah berulang kali mengundang Terawan untuk hadir di acaranya, namun salah satu menteri Presiden Jokowi itu tak kunjung datang. Hingga akhirnya dia tetap mewawancarai Terawan pada sebuah bangku kosong di hadapannya.

BACA JUGA: Sekjen DPR Beri Penjelasan Aksi Puan Maharani Matikan Mik yang Kini Viral

Meski demikian, Najwa tetap mengajukan beberapa pertanyaan penting, termasuk menuliskan sejumlah pertanyaan publik pada Menteri Kesehatan Terawan selama pandemi Covid-19 ini.

Layaknya mewawancarai narasumber, Najwa mengajukan pertanyaan awal, "Mengapa menghilang pak, Anda minim sekali muncul di hadapan publik menjelaskan soal pandemi ini. Rasanya satu-satunya menteri kesehatan di dunia yang paling low profile selama wabah ini hanyalah menteri Kesehatan Indonesia. Apakah kehadiran Anda di publik tidak terlalu penting," tanya Najwa pada bangku kosong di hadapannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia