Kasus Covid-19 Melonjak, Malaysia Tak Terapkan Lockdown

Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman. - Antara
04 Oktober 2020 08:37 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Malaysia kembali melonjak selama dua hari berturut-turut. Meski demikian, Pemerintah Malaysia memutuskan tidak memberlakukan lockdown.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (3/10/2020), Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob menegaskan komitmen tersebut saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Baca juga: Sudah 130 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19

Malaysia sudah memperbolehkan sebagian besar aktivitas dilanjutkan kembali setelah sempat memberlakukan lockdown ketat pada Juni lalu yang menyeret ekonomi Negeri Jiran ini merosot 17,1 persen pada kuartal II/2020.

Sebagai gantinya, dia mengungkapkan pemerintah akan memperketat pengawasan di perbatasan yakni Sabah dan membatasi delegasi asing yang mengunjungi Malaysia.

Baca juga: Begini Kondisi Terkini Donald Trump Usai Divonis Positif Covid-19

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 3 Oktober 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Malaysia mencapai 317 atau kenaikan tertinggi harian sejak pandemi dimulai.

Sekitar separuh dari jumlah kasus baru tersebut berasal dari Sabah yang saat ini menjadi episentrum baru di Malaysia. Negara bagian kedua yang menyumbangkan jumlah kasus adalah Kedah dengan jumlah kasus sebanyak 102 orang.

Sumber : Bisnis.com/Bloomberg