Penyebaran Covid-19 di Ibu Kota Diklaim Turun Sejak PSBB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyapa tenaga medis melalui panggilan video saat meninjau penanganan pasien Covid- 19 di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
04 Oktober 2020 07:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB jilid II. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Ibu Kota bersangsur membaik sejak penerapan PSBB jilid II. Tak hanya itu, dia mengklaim angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta terus menurun.

"Penyebarannya alhamdulillah mulai menurun sejak kita memberlakukan PSBB diperketat kembali dan diikuti angka kesembuhan meningkat. Angka kematian juga terus menurun seiring adanya operasi yustisi dan juga kesadaran masyarakat terus meningkat," kata Riza di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Produk Farmasi dan Alat Kesehatan Didorong untuk Sertifikasi

Dengan demikian, Riza berharap kesadaran mayarakat akan protokol kesehatan terus ditingkatkan. Kesadaran mematuhi protokol kesehatan, lanjut Riza, bukan dilandaskan oleh ketakutan atas sanksi denda yang berlaku.

"Harapan kami, kesadaran masyarakat yang terus meningkat tidak disebabkan oleh banyaknya aparat yang kita hadirkan atau besarnya denda, tapi kami ingin kesadaran tumbuh dari kesadaran pribadi," sambungnya.

Update Kasus Ibu Kota

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini terus memasifkan tes PCR guna menemukan kasus baru secara cepat. Hal itu dilakukan agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat.

Baca juga: 94 Persen Alat Kesehatan Indonesia Masih Diimpor

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan tes PCR sebanyak 9.353 spesimen. Dari pemeriksaan itu, sebanyak 7.471 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru, hasilnya ditemukan sebanyak 925 positif dan 6.546 negatif.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.165 kasus, lantaran terdapat akumulasi data positif sebanyak 240 kasus dari tanggal 30 September dan 1 Oktober yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 89.993. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 54.280," kata Dwi dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2020).

Sumber : Suara.com