Sleman Jadi Piloting Perlinsos Digital, Bansos Ditarget Tepat Sasaran
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, TANGERANG--Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor usaha terpuruk. Dampaknya pendapatan perusahaan anjlok hingga tak ada pilihan selain merumahkan para pekerjanya.
Seperti yang diceritakan salah satu Sales Promotion Girl (SPG) sebuah perusahaan berinisial JJ, 21. Sejak kantornya menghentikan aktivitas pemasaran di lapangan, kini dia harus pontang-panting mencari cara agar tetap bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
BACA JUGA : SPG Indogrosir Juga Diminta Lakukan Rapid Test
Tak banyak pilihan bagi JJ mencari pekerjaan baru di tengah kondisi pandemi, lantas dia pun mengambil jalan pintas dengan menjajakan dirinya kepada para pria hidung belang di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tarifnya pun cukup lumayan, dipatok sebesar Rp500.000.
"Saya terus terang nggak ada pilihan, situasi lagi begini. Tadinya saya kerja jadi SPG. Setelah dirumahkan, ya bingung mau bayar kontrakan udah nunggak begini, belum buat biaya kebutuhan yang lain juga. Akhirnya milih jalan yang cepet aja, baru semingguan [sepekan] sih," tutur JJ kepada Okezone-jaringan Harianjogja.com di kantor Satpol PP Tangsel, Setu, Rabu (30/9/2020).
JJ diciduk petugas gabungan Satpol PP dan kepolisian dari sebuah kamar hotel di kawasan Serpong. Dia terjaring dalam operasi penertiban terhadap aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Selasa 29 September 2020 malam. Tak hanya JJ, belasan pasangan mesum dan PSK booking online (BO) lainnya juga berhasil di amankan dari dua lokasi hotel.
BACA JUGA : SPG dan Penjaga Tenant Indogrosir Ikuti Rapid Test di Dua Titik
Dikatakan JJ, dia sendiri telah melayani dua pelanggan dalam tiga hari belakangan. Modusnya adalah dengan memesan kamar terlebih dahulu di salah satu hotel, lalu menunggu pelanggan menghubungi melalui aplikasi media sosial MiChat. Tarif kamar yang ditempatinya seharga Rp250.000 sehari.
"Nunggu di kamar aja, nanti ada yang hubungi lewat aplikasi michat. Begituannya di kamar yang saya tempati. Udah dua pelanggan kemarin," jelasnya.
JJ mengaku tinggal mengontrak di sekitar Alam Sutera. Dia sempat berkilah dan mengatakan, jika saat digerebek kemarin posisinya sedang beristirahat usai perjalanan jauh dari rumah keluarga di Bekasi Selatan. Namun petugas yang curiga tetap menggelandangnya ke kantor Satpol PP.
"Memang kemarin dari Bekasi, terus karena capek naik motor saya istirahat di kamar hotel itu dulu," ucapnya.
Dalam pemeriksaan para PSK itu, petugas melibatkan pula Dinas Pemberdayaan Manusia, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB). Petugas mencurigai jika JJ merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Ada indikasi TPPO, makanya sedang kita dalami dulu. Kalau terbukti maka kita serahkan ke Polres," terang Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al-Fachry.
BACA JUGA : SPG Ini Ngutil Baju Beragam Merek Hingga Senilai Total
PSK dan muda-mudi pasangan mesum itu didata petugas satu-persatu. Saat pemeriksaan, mereka diharuskan memakai rompi berwarna orange yang khusus digunakan bagi pelanggar PSBB. Kebanyakan pasangan terlihat masih remaja. Selanjutnya, pihak keluarga diminta datang dan membuat surat pernyataan.
Artikel ini telah dimuat di Okezone.com dengan judul Terjaring Razia, SPG Ini Terpaksa Jual Diri Gegara Dirumahkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.