Hotel Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Akan Diberi Rp100 Miliar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala (gejala ringan) dalam program reaktivasi industri perhotelan. - Kemenparektaf
24 September 2020 23:27 WIB Thomas Mola News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk hotel yang akan menjadi lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala.

Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan hotel harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan agar tujuan menekan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Siapkan Hotel sebagai Selter Nakes Positif Covid-19

"Saya benar-benar menekankan bahwa protokol kesehatan harus dijalankan agar tujuan dan harapan kita bersama bahwa penyebaran Covid-19 dapat ditekan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/9/2020).

Menparekraf juga telah meninjau hotel yang akan dijadikan lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala (gejala ringan) dalam program reaktivasi industri perhotelan yang dijalankan Kemenparekraf dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Salah satu hotel yang ditinjau kesiapannya ialah Ibis Styles Mangga Dua, Jakarta, yang juga direkomendasikan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan telah dicek kesiapannya oleh Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA: Dianggap Terlalu Superpower, Menko Luhut: Semua Tugas dari Presiden Bisa Saya Selesaikan

Wishnutama melihat langsung alur kedatangan pasien saat tiba di ruangan triase untuk dilakukan wawancara oleh dokter dan perawat dari Kemenkes sampai masuk ke dalam kamar untuk menjalankan isolasi.

Begitu juga dengan tata cara pasien mendapatkan layanan seperti makanan, minuman serta layanan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, Kemenparekraf bersama Kemenkes menyusun standard operating procedure (flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 tetapi tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Terbukti Langgar Etik karena Naik Helikopter Mewah, Ketua KPK Hanya Diberi Sanksi Ringan

Dia berharap dengan pelayanan yang baik, secara psikologis orang sakit akan lebih cepat sembuh karena imunitas naik. "Secara umum pelaksanaan persiapannya sudah baik dan siap untuk menjalankan program ini. Kami lihat juga kualitas makanan, kualitas kamar juga bagus," tambahnya.

Wishnutama menjelaskan, program ini akan mulai dijalankan lebih dulu di Jakarta dan daerah lainnya sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Kementerian Kesehatan yang akan mengarahkan akan dikembangkan ke mana, Kemenparekraf men-support secara anggaran. Saat ini anggaran yang disiapkan sebesar Rp 100 miliar hingga bulan Desember," katanya.

BACA JUGA: Pilkada 2020: Kasus Covid-19 Bikin Sleman Raih Indeks Kerawanan Lima Besar Nasional

Kasubdit Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian KesehatanBenget Saragih menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan memberikan pelatihan khusus bagi karyawan hotel terkait protokol kesehatan. "Khususnya bagi mereka yang membagi makanan dan mengantar pasien ke kamar. Kementerian Kesehatan akan menyiapkan tenaga kesehatan untuk tinggal di hotel untuk melakukan pengawasan," paparnya.

Benget mengatakan pihak hotel telah memenuhi persyaratan menjadi tempat isolasi. Sejauh ini, Kemnekes telah meninjau sebanyak 23 hotel yang disiapkan dan pihaknya akan terus melakukan verifikasi hotel lainnya.

"Kementerian Kesehatan sampai saat ini sudah melakukan kunjungan ke 23 hotel yang siap untuk menjadi lokasi isolasi dan akan terus dilakukan proses verifikasi ke hotel lainnya," paparnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia