Advertisement
Blok Asia Selatan Tanpa India Dinilai Tak Realistis
Peta India dan Pakistan. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Usulan Pakistan membentuk blok Asia Selatan tanpa India dinilai tidak realistis karena mengabaikan dominasi geopolitik dan ekonomi New Delhi di kawasan.
Melansir laporan Daily Mirror, Jumat (2/1/2026), Pakistan mendorong perluasan kerja sama trilateral antara Pakistan, Bangladesh, dan China menjadi aliansi Asia Selatan yang lebih luas. Meski bertujuan untuk menantang dominasi tradisional India, gagasan yang digulirkan oleh Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar
dipandang memiliki kesenjangan strategis yang fatal.
Advertisement
Para analis menilai kehadiran India adalah prasyarat mutlak bagi integrasi regional yang bermakna. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dan kekuatan ekonomi terbesar kelima global, India memegang kendali atas pasar Asia Selatan.
Perekonomian India tercatat kira-kira 12 kali lebih besar dibandingkan Pakistan. Dengan skala ekonomi sebesar itu, setiap blok regional yang dibentuk tanpa melibatkan India diprediksi akan kehilangan kredibilitas, daya tawar finansial, dan skala pasar yang memadai bagi negara-negara anggotanya.
BACA JUGA
Sejarah mencatat bahwa South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) mengalami kemandekan akibat kebuntuan hubungan India-Pakistan. Pembentukan blok baru yang justru mengecualikan India diyakini hanya akan mengulang disfungsi serupa.
Negara-negara kecil di kawasan, seperti Sri Lanka, Nepal, dan Maladewa, diprediksi akan enggan bergabung dengan aliansi yang memusuhi New Delhi. Hal ini dikarenakan ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap India dalam sektor perdagangan, jalur transit, hingga bantuan darurat.
Peran India sebagai "pemimpin yang tak tergantikan" di kawasan semakin nyata saat pandemi lalu, di mana New Delhi menjadi pemasok utama vaksin dan bantuan medis bagi negara tetangganya. Memutus hubungan dengan India dinilai dapat mengancam jalur logistik dan keamanan nasional negara-negara kecil di Asia Selatan.
Gagasan Pakistan ini juga dibaca sebagai upaya diplomasi untuk mencari pengaruh dengan memanfaatkan hubungan eratnya dengan China. Langkah ini diambil setelah India mulai beralih fokus ke forum regional lain seperti BIMSTEC yang sengaja tidak melibatkan Pakistan.
Namun, keterlibatan dominan China justru dikhawatirkan akan mengubah karakter blok tersebut menjadi sekadar perpanjangan kepentingan poros Beijing-Islamabad. Hal inilah yang membuat negara-negara Asia Selatan lainnya cenderung bersikap hati-hati.
Pada akhirnya, visi koalisi Asia Selatan tanpa India dinilai lebih sebagai fantasi diplomatik. Solusi yang lebih praktis bagi kemajuan kawasan tetaplah merevitalisasi institusi regional yang sudah ada dan memperbaiki kebuntuan hubungan India-Pakistan, karena secara geopolitik, seluruh jalan di kawasan ini tetap bermuara ke New Delhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Jalan di Wonosari Digali Ilegal, DPUPRKP Gunungkidul Lapor Polisi
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- PSS Sleman Tak Terkalahkan, Duet Fachruddin-Lucao Solid
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- Spesifikasi Mewah Calon Mobil Dinas Gubernur Kaltim Senilai Rp8,5 M
- Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan JLOP Kulonprogo Rp1 Juta
- Aston Martin PHK 20 Persen Karyawan, Terjepit Tarif Impor AS
- Pemkot Jogja Jaga Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil
- Maarten Paes Terancam Jadi Kiper Camat di Ajax
Advertisement
Advertisement







