Pasien Covid-19 di Indonesia yang Meninggal Hampir 10.000

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). - Antara/Muhammad Adimaja
23 September 2020 17:27 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (Covid-19) sebanyak140 orang pada Rabu (23/9/2020). Dengan demikian, total kasus meninggal dunia akibat pandemi ini hampir 10.000, tepatnya di angka 9.977 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ada hari ini, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus meninggal tertinggi di Indonesia.

Provinsi tersebut melaporkan penambahan 28 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat wabah Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 1.628 orang.

Provinsi dengan kasus meninggal tertinggi berikutnya adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Masing-masing melaporkan penambahan 20 kasus meninggal.

Adapun, total kasus meninggal di Jawa Timur mencapai 3.035 orang, sedangkan Jawa Tengah menjadi 1.334 orang.

Kemudian, Jawa Barat melaporkan penambahan 13 kasus meninggal, Riau 11 kasus, serta Banten dan Bali masing-masing melaporkan penambahan 5 kasus.

Selain itu, ada beberapa provinsi lainnya yang juga melaporkan penambahan di bawah 10 kasus kematian. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 13 provinsi yang tak melaporkan penambahan kasus meninggal pada hari ini.

Sementara itu, jumlah spesimen terkait Covid-19 yang telah diperiksa mencapai 38.181 spesimen per hari, sehingga secara kumulatif menjadi 3.032.250 spesimen. Realisasi tes spesimen harian yang diperiksa ini melampaui target pemerintah yaitu 30.000 spesimen per hari.

Dari jumlah spesimen yang diperiksa, didapatkan penambahan 4.465 kasus konfirmasi positif Covid-19, sehingga totalnya menjadi 3.470 orang.

Adapun, kasus sembuh pada hari ini bertambah 3.660 orang sehingga totalnya menjadi 9.977 orang. Sementara itu, pada hari ini dilaporkan ada 109.541 orang yang berstatus suspek. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia