Abdul Mu’ti: Mahasiswa Adalah Kelompok Elit, Harus Peduli Kaum Alit

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti. - Ist.dok
23 September 2020 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa termasuk kelompok elit yang tidak banyak orang bisa menempuh jenjang Pendidikan tinggi. Meski demikian mahasiswa harus bersikap tidak elitis justru harus peduli dengan kelompok alit atau masyarakat bawah.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan mahasiswa termasuk kelompok elit, karena saat ini tidak banyak orang Indonesia yang bisa menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

BACA JUGA : Lebih dari 60.000 Mahasiswa Saat Ini Memilih Meninggalkan

"Hanya sekitar 11 persen dari penduduk Indonesia yang menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi," katanya dalam Masa Taaruf Program Pengenalan Kampus UAD secara virtual, Selasa.

Menurut dia, UAD merupakan salah satu universitas terbaik Muhammadiyah sehingga mahasiswa baru harus bangga bisa diterima untuk menimba ilmu dan mengembangkan diri agar menjadi intelektual muda di masa mendatang.

"Setelah lulus akan menjadi elit-elit di masyarakat. Namun, orang elit tidak boleh elitis, dalam arti orang elit harus peduli kepada kaum alit," katanya.

Ia mengatakan kelompok elit adalah orang-orang yang memiliki intelektual. Jumlahnya tidak banyak tetapi bisa mengatur perjalanan kehidupan bangsa.

"Anda diterima di UAD, maka anda termasuk kelompok elit. Ini merupakan perjalanan awal sebagai kelompok elit masyarakat," kata Abdul Mu'ti.

Wakil Rektor III UAD Gatot Sugiharto mengatakan Program Pengenalan Kampus UAD dilaksanakan secara virtual karena kondisi saat ini masih pandemi COVID-19.

BACA JUGA : Bantah Aksi #GejayanMemanggil Ditunggangi, Mahasiswa 

"Oleh karena itu, mahasiswa baru mengikuti Program Pengenalan Kampus dari rumah masing-masing melalui Zoom Meeting dan YouTube," katanya..

Ia menjelaskan program pengenalan kampus dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 14-18 September 2020 dan tahap kedua dilaksanakan pada 28 September 2020 dengan peserta mahasiswa baru yang melakukan registrasi pada 13-25 September 2020.

"Mahasiswa baru diharapkan mengikuti seluruh rangkaian Program Pengenalan Kampus sehingga mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini sebagai prasyarat untuk kegiatan akademik berikutnya untuk menggapai prestasi," kata Gatot.

Sumber : Antara