Cegah Covid-19, Ponpes di Jateng Bakal Terima Miliaran Rupiah

Ilustrasi - Freepik
15 September 2020 23:37 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan Seleksi Duta Pondok Pesantren. Kegiatan ini digelar guna mencegah penularan dan persebaran virus coorna atau Covid-19 di lingkungan pondok pesantren atau ponpes.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengatakan selama ini ponpes menjadi tempat berkumpul sekelompok orang dengan jumlah yang bervariasi. Mereka melakukan aktivitas kegiatan pendidikan baik formal dan informal.

Menurut Taj Yasin, kondisi itu pun membuat ponpes rentan menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19.

"Maka dari itu, Pemprov Jateng menginisiasi Gerakan Jogo Santri sebagai upaya mendukung program Jogo Tonggo di ponpes. Nanti, akan dipilih ponpes yang selama ini berpartisipasi aktif dalam mencegah dan menerapkan Covid-19 sebagai duta pondok pesantren," ujar pria yang karib disapa Gus Yasin itu.

Ponpes yang terpilih sebagai duta pondok pesantren akan menjadi percontohan ponpes lain. Hal itu dikarenakan ponpes tersebut sudah proaktif dalam menjaga kesehatan warganya, dengan sarana dan prasarana yang dimiliki. Pemerintah pun akan memberikan apresiasi dan fasilitasi pada ponpes terpilih sebagai bentuk penghargaan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperakim) Jateng, Arief Djatimiko, mengatakan nantinya akan dipilih 15 duta pondok pesantren. Bagi pemenang, disiapkan hadiah sepaket kit Jogo Santri, dan pembangunan sarana prasarana pencegahan penularan Covid-19. Seperti APD, sprycan disinfektan, pembuatan tempat wudu, ruang isolasi mandiri, dan penataan sanitasi lingkungan pondok pesantren. Total hadiah yang disiapkan untuk 15 pemenang mencapai miliaran rupiah. 

“Setelah terpilih lima belas duta pondok pesantren, maka mereka mengajukan proposal penyusunan penggunaan hadiah.  Dalam penyusunan hingga pelaksanaan pembangunan fisik, akan didampingi Disperakim Jawa Tengah,” tuturnya.

Arief menjelaskan syarat untuk mengikuti kompetisi tersebut antara lain ponpes harus berlokasi di Jateng. Memiliki organisasi pengelola, belum pernah terjadi kasus Covid-19, dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Upaya pencegahan covid 19 di pondok pesantren dibuktikan dengan mengirim video berdurasi tiga menit. Isinya mengenai upaya ponpes dalam memfasilitasi penghuni pesantren untuk menjaga kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan. Muatan lokal kegiatan pencegahan Covid-19 yang dimiliki ponpes akan menjadi nilai tambah.

“Pendaftaran dan pengiriman video sudah bisa dilakukan mulai 14 September, dan ditunggu hingga 27 September 2020. Jadwal penilaian administrasi dan teknis pada 28 September- 2 Oktober. Sebanyak 30 nominasi ponpes terbaik, akan menjalani verifikasi lapangan tanggal 5-16 Oktober 2020. Selanjutnya dilakukan rapat pleno, dan pengumuman pemenang tanggal 21 Oktober 2020,” urai dia.

Arief juga mengingatkan, peserta kompetisi diwajibkan mengunjungi, memfollow atau subscribe social media dan website Disperakim Jateng. Akun instagram di Disperakimprovjateng, twitter di @disperakimJtg, facebook di Disperakim Provinsi Jawa Tengah, youtube di Programdisperakim dan website di Disperakim.jatengprov.go.id.

Sumber : JIBI/Solopos