Sri Mulyani: PSBB Memukul Perekonomian, tetapi Kesehatan Harus Menjadi Fokus Utama

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam acara pertemuan bisnis bersama Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (7/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
11 September 2020 13:37 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat memberikan dampak serius terhadap perekonomian. Meski demikian, pembatasan tetap penting karena kesehatan harus diutamakan.

"Bahkan di berbagai negara, mereka melakukan penutupan total atau lockdown yang memberikan dampak yang luar biasa serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat," ujar Sri Mulyani, Kamis (10/9/2020).

Dia mengungkapkan PSBB yang diberlakukan di Indonesia pada Maret hingga Mei telah memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni 5,3 persen.

"Pertumbuhan negatif ini mengambarkan aktivitas ekonomi baik dari sisi permintaan, apakah itu konsumsi, investasi, ekspor dan bahkan kegiatan pemerintah mengalami penurunan," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, dampak lainnya tampak pada produksi sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi hingga sektor jasa. Di sisi sosial, kemiskinan dan PHK menjadi dampak yang nyata.

Dalam menggodok kebijakan, dia mengaku pemerintah melihat aspek pandemi, aspek permintaan hingga produksi atau pasokan. Sri Mulyani juga menegaskan bahwa dalam menghadapi pandemi ini, sisi kesehatan harus menjadi prioritas.

Melihat dimensi pengaruh Covid-19 yang luar biasa, dia menilai dimensi kesehatan dan strategi pemulihan ekonomi tidak bisa dipisahkan.

"Tantangan kesehatan harus menjadi fokus utama."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia