Advertisement
Sri Mulyani: PSBB Memukul Perekonomian, tetapi Kesehatan Harus Menjadi Fokus Utama
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam acara pertemuan bisnis bersama Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (7/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat memberikan dampak serius terhadap perekonomian. Meski demikian, pembatasan tetap penting karena kesehatan harus diutamakan.
"Bahkan di berbagai negara, mereka melakukan penutupan total atau lockdown yang memberikan dampak yang luar biasa serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat," ujar Sri Mulyani, Kamis (10/9/2020).
Advertisement
Dia mengungkapkan PSBB yang diberlakukan di Indonesia pada Maret hingga Mei telah memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni 5,3 persen.
"Pertumbuhan negatif ini mengambarkan aktivitas ekonomi baik dari sisi permintaan, apakah itu konsumsi, investasi, ekspor dan bahkan kegiatan pemerintah mengalami penurunan," ujarnya.
Tidak hanya itu saja, dampak lainnya tampak pada produksi sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi hingga sektor jasa. Di sisi sosial, kemiskinan dan PHK menjadi dampak yang nyata.
Dalam menggodok kebijakan, dia mengaku pemerintah melihat aspek pandemi, aspek permintaan hingga produksi atau pasokan. Sri Mulyani juga menegaskan bahwa dalam menghadapi pandemi ini, sisi kesehatan harus menjadi prioritas.
Melihat dimensi pengaruh Covid-19 yang luar biasa, dia menilai dimensi kesehatan dan strategi pemulihan ekonomi tidak bisa dipisahkan.
"Tantangan kesehatan harus menjadi fokus utama."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Seskab: Taksi Green SM Dievaluasi, Flyover Disiapkan
- Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak Pelajaran Mahal dari Tragedi Bekas
- RS Polri Buka Posko, Proses Identifikasi 14 Jenazah Tabrakan Kereta
- Simak Prosedur dan Batas Waktu Klaim Santunan Kecelakaan Kereta
- Belajar dari Tragedi Bekasi, Ini Aturan Wajib di Perlintasan Kereta
Advertisement
Kasus Little Aresha, Sultan Tutup Semua Daycare Tak Berizin di DIY
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- UGM Gelar CITIEA 2026, Sinergi Vokasi RI-Tiongkok
- Kronologi Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Korban Terjepit
- Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, Ini Penjelasan PT KAI
- Dugaan Pungli Lurah Kulonprogo Diselidiki, Bupati Turun Tangan
- Dua Bundaran di GT Purwomartani Disiapkan, Antisipasi Macet Jogja-Solo
- Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak
- Puluhan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Dilarikan ke RS
Advertisement
Advertisement








