Buntut Penyerangan Mapolsek Ciracas, 12 Oknum TNI AD Ditahan di Guntur

Sejumlah anggota Brimob berjaga setelah penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020) dini hari. - Antara/Asprilla Dwi Adha
30 Agustus 2020 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tindakan tegas diterapkan pimpinan TNI AD terhadap oknum anggota TNI AD yang terlibat penyerangan ke Mapolsek Ciracas, di Jakarta Timur.

Sebanyak 12 prajurit TNI AD kini ditahan di tahanan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan.  

Mereka telah menjalani pemeriksaan terkait penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8/2020) dini hari.

"Jadi, 12 orang ini ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya di Guntur," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa saat jumpa pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Minggu (30/8/2020).

Andika menyebutkan 12 orang tersebut merupakan prajurit Angkatan Darat. Namun Kasad tidak menyebutkan satuan asal para oknum TNI tersebut.

Polisi Militer juga akan memeriksa sejumlah orang lainnya dalam kasus perusakan di Mapolsek Ciracas.

"Belum tersangka tapi 12 orang yang jelas langsung kami tahan. Ke-12 orang ini sudah mengarah [pelaku perusakan]," ujar Andika.

Andika mengatakan prajurit lain yang saat ini telah dipanggil sebanyak 19 orang juga akan langsung ditahan.

Namun, nanti para oknum TNI yang terlibat perusakan Polsek Ciracas itu tidak hanya ditempatkan di Pomdam Jaya Guntur.

"Semua yang kami panggil hari ini pun akan langsung kami tahan dan mereka akan kami tempatkan sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak hanya di Pomdam Jaya saja. Kami punya beberapa tempat, ada Pusat Militer Angkatan Darat di sini di dekat Gambir, ada lagi di beberapa tempat lagi. Kami akan tempatkan sesuai dengan kebutuhan," tutur Andika.

Hal yang sama akan dilakukan terhadap Prada MI yang saat ini masih dalam perawatan rumah sakit. Dia juga akan segera ditahan.

"Prada MI sudah jelas, dia adalah salah satu dari mereka. Prada MI sudah di tangan kami walaupun masih dirawat di rumah sakit TNI Angkatan Darat tetapi statusnya adalah termasuk yang terperiksa," kata mantan Pangkostrad ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prada MI diduga memprovokasi rekan seangkatannya dengan menyatakan bahwa dirinya diserang seseorang. Sementara, sesuai penelusuran tim TNI dan Polri, seperti dikatakan Panglima TNI, tidak ada satu orang pun yang menyerang Prada MI.

Sumber : Antara