Pengesahan 724 Calon Warga PSHT Karanganyar Malam Ini Dikawal Ketat
Pengesahan 724 calon warga PSHT Karanganyar dikawal 750 personel polisi. Penyekatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah rombongan luar daerah.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Henry Taryatmo, 41, warga Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tak menunjukkan rasa penyesalan seusai menghabisi empat orang dalam satu keluarga pekan lalu. Dia bahkan mandi, mencuci baju, dan minum setelah membunuh keluarga Suranto, 42, temannya sendiri.
Perilaku ganjil ini terungkap saat rekonstruksi pembunuhan sadis satu keluarga pengusaha rental mobil Desa Duwet, Kecamatan Baki di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020). Dalam reka adegan, Henry membunuh keempat korban dengan cara menusukkan pisau dapur secara berkali-kali. Kemudian, dia sempat mandi dan mencuci baju, membersihkan pisau dengan menggunakan shower di kamar mandi rumah korban.
BACA JUGA: Ini Kecamatan di Bantul yang Terus Diwaspadai dari Ancaman Kekeringan
Setelah itu, Henry menuju dapur untuk mengambil air minum. Dia merasa haus setelah menghabisi keempat orang sekaligus. Lantas Henry menuju kamar untuk mencari BPKB, KTP milik korban dan mencari kunci mobil Toyota Avanza warna putih di dekat lemari televisi (TV).
"Pelaku ini tak ada penyesalan. Biasa saja. Tidak merasa bersalah," kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho di sela reka ulang.
Nanung mengatakan penyidik juga telah melakukan tes kejiwaan terhadap Henry. Dari hasil tes kejiwaan ini, Henry diketahui dalam kondisi sehat dan tidak ada kelainan. Dia juga tidak dalam kondisi mabuk atau mengonsumsi alkohol saat membunuh keluarga temannya. “Pelaku sadar betul melakukan pembunuhan,” katanya.
BACA JUGA: Orang Tua Korban Pembunuhan Sukoharjo Sering Pingsan & Menangis
Polisi menggelar reka ulang adegan pembunuhan satu keluarga pengusaha rental mobil Duwet, Baki di Mapolres Sukoharjo. Reka ulang memperagakan 51 adegan dalam kasus pembunuhan satu keluarga terdiri atas bapak, ibu dan dua anak.
Suranto beserta istri, Sri Handayani dan dua putranya masing-masing Rafael, 10 dan Dinar, 5, dibunuh pada Rabu (19/8/2020). Namun keempat jenazah baru ditemukan bersimbah darah pada Jumat (21/8/2020) malam.
Sebelumnya, Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan pelaku adalah teman korban. Dia terjerat utang puluhan juta rupiah. Kemudian, Henry meminjam mobil Toyota Avanza warna putih berpelat nomor AD 9125 XT milik Suranto dan menggadaikan mobil itu pada orang lain.
“Motif pelaku membunuh satu keluarga lantaran ingin memiliki barang milik korban. Mobil korban digadaikan ke orang lain ke luar Sukoharjo,” tutur Kapolres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengesahan 724 calon warga PSHT Karanganyar dikawal 750 personel polisi. Penyekatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah rombongan luar daerah.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.