Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Siapkan Penertiban Besar
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Ali Ghufron Mukti memperoleh suntikan vaksin flu di stan Biofarma, di sela-sela Semina Nasional Pekan Imunisasi Dunia. /Bisnis.com-yr
Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat repot warga di seluruh duia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Riset dan Teknologi merangkap sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi (Kemenristek/BRIN) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan Covid-19.
Anggota Komite Nasional Penilai Obat BPOM Anwar Santoso mengatakan bahwa BPOM harus menjamin semua obat yang beredar dan dikonsumsi masyarakat sudah layak dan mendapat izin edar. Adapun, menghadapi pandemi Covid-19 ini, belum ada obat yang khusus bisa menyembuhkan.
Baca juga: Muncul Klaster Pernikahan, Satu RT di Sukoharjo Diisolasi
“Untuk obat beberapa uji klinis sedang dilaksanakan, tapi sampai sekarang belum ada yang aman dan manjur untuk mengobati Covid-19,” tegasnya, Selasa (18/8/2020).
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti menambahkan bahwa dalam mengobati para pasien Covid-19, baik Kemenkes dan BPOM sudah memiliki standar, seperti menggunakan ibat-obat antivirus.
“Obat standar juga kita juga ada acuannya, baik dari Kemenkes dan juga dari BPOM, itu intinya menyangkut antivirus, imunomodulator, kemudian antibiotik juga sedang banyak kita uji. Secara umum seperti itu dan sekarang masih banyak yang dalam proses penelitian.
Baca juga: Ini Urutan Sebaran Kasus Corona di Dunia Berdasarkan Letak Benua
Namun, Ghufron menegaskan sampai sekarang belum ada yang bisa diklaim menjadi satu obat khusus Covid-19.
“Meskipun banyak yang klaim, tapi yang masuk dalam konsorsium belum ada satupun obat spesifik khusus untuk Covid-19,” jelasnya.
Kemenristek/BRIN baru-baru ini membentuk konsorsium riset dan inovasi untuk penanganan Covid-19 untuk menyelesaikan berbagai persoalan, baik pencegahan, vaksin, alat kesehatan, obat, dan terapi.
Saat ini, Ghufron menyebut saudah ada 61 inovasi baru hasil analisis dan penelitian yang sudah dilakukan dari para anggota konsorsium tersebut, di antaranya alat-alat rapid test dan PCR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Retribusi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Depok mencapai Rp4,95 miliar pada Juli-September 2026, dengan kunjungan tertinggi pada Juli.
Bakom RI menyiapkan tim khusus untuk mempelajari dampak algoritma dan AI yang dinilai mendistorsi pesan Presiden Prabowo kepada publik.
Kekeringan Kulonprogo meluas ke 8 kapanewon. Sebanyak 423 tangki air bersih disalurkan ke 138 titik untuk 7.394 jiwa.
BPJS Kesehatan memperkuat pelaksanaan JKN di DIY melalui pembiayaan layanan kesehatan, optimalisasi layanan digital, Mobile JKN, dan PANDAWA.