Kementerian BUMN Jelaskan Alasan Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Soetta memeriksa suhu tubuh Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020). - Antara Foto, Muhammad Iqbal
09 Agustus 2020 09:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir enggan menjadi relawan uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklarifikasi terkait hal itu.

Menurut Staf Khusus Menteri BUMN bidang Komunikasi Arya Sinulingga menyebut, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi seseorang untuk jadi relawan uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19.

Baca juga: Pakar Epidemiologi Sarankan Tetap Belajar Daring

Salah satunya, keharusan domisili di Bandung raya dan larangan meninggalkan wilayah penelitian hingga penelitian selesai.

"Hal ini tidak bisa dipenuhi warga di luar Bandung raya, termasuk Menteri Erick Thohir," ujar Arya dalam keterangannya yang ditulis Minggu (9/8/2020).

Menurut Arya, hingga saat ini tim peneliti terus mencari relawan untuk uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) dengan Universitas Padjajaran.

Baca juga: Ini Rincian Nominal Insentif Dokter Spesialis, Umum, dan Tenaga Medis Covid-19

"Warga Bandung raya yang memenuhi kriteria bisa berpartisipasi dan menjadi bagian dari perjalanan bersejarah hadirnya vaksin yang sangat diharapkan kehadirannya di bumi pertiwi ini," ucap dia.

Sebelumnya, Mentero BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi menyatakan keenggannya untuk menjadi relawan uji klinis tersebut.

Bukan karena takut, tapi Erick mengungkapkan dalam uji klinis dibutuhkan figur yang sesuai agar pelaksanaan uji klinis tersebut bisa lancar.

"Enggak etis kalau saya (ikut jadi relawan), lebih baik relawan yang memang sesuai prototype yang sedang dicari," kata Erick.

"Bukannya saya takut disuntik, kayaknya sebagai Menteri BUMN ya disuntiknya agak belakangan, kalau rakyatnya udah disuntik baru kita. Masa kita duluan disuntik. Bukan berarti enggak berani pengin disuntik," tambah Erick.

Sumber : Suara.com