Tes SKB CPNS Formasi 2019 Diikuti Puluhan Peserta di Luar Negeri

Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Balekota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Adeng Bustomi
06 Agustus 2020 03:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 ruanya masih berlangsung. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan bahwa puluhan peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS mengikuti tes di berbagai negara.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suherman kondisi ini sebagai bentuk kemudahan yang diberikan oleh panitia untuk para peserta.

Baca juga: Indonesia Disebut Resesi Secara Teknis, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Pada tahapan SKB lanjutan tahun ini, panitia mempersilakan peserta untuk melakukan pendaftaran ulang serta menentukan titik lokasi seleksi sesuai domisili. Adapun pengumuman dan pendaftaran ulang SKB berlangsung pada 1 - 7 Agustus.

Langkah tersebut ini dilakukan panitia untuk meminimalisir mobilisasi massa atau pergerakan peserta dari satu kota ke kota lain. Mereka cukup memilih lokasi di daerah domisili terkini termasuk di luar negeri.

“Data terbaru khusus peserta yang mengikuti tes di luar negeri sudah memilih lokasi 55 orang,” katanya, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Program Bansos Diperpanjang Sampai Desember

Mereka tersebar di sejumlah negara seperti Jepang, Malaysia, Singapura, China, Lebanon, Australia, Turki, Arab Saudi, Brunei Darussalam dan Belanda. Dari sejumlah negara, Malaysia mencatatkan peserta seleksi lebih dari satu orang.

Suherman menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk meminjamkan ruangan guna pelaksanaan SKB di luar negeri.

“Misalnya di Kuala Lumpur ada beberapa yang memilih lokasi ujian di kedutaan kita tempatnya. Dengan Kemlu kami sudah minta tempat ujian,” ujarnya.

Adapun, BKN membuka 150.313 formasi untuk seleksi CPNS formasi 2019. Dari jumlah tersebut, 17.000 di antaranya berpotensi kosong.

Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya pelamar pada formasi tersebut maupun adanya pelamar yang tidak lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) pada Maret lalu.

Sumber : Bisnis.com