Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Jambi, 6 Pesawat Delay
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
Warga Palestina melihat-lihat kerusakan akibat serangan udara Irael di daerah El-Remal di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina, pada 9 Oktober 2023. Naaman Omar/apaimages/WAFA via Wikimedia Commons\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyerukan pertanggungjawaban dan penegakan keadilan internasional atas kejahatan Israel di Gaza menyusul rangkaian serangan mematikan terhadap warga sipil Palestina yang terus berulang di tengah krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (21/12/2025), OKI menyebut pembantaian warga Palestina di wilayah pesisir yang diblokade tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.
OKI yang bermarkas di Jeddah, Arab Saudi, menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar menghentikan kejahatan dan pelanggaran Israel dengan menetapkan gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan, menjamin akses bantuan kemanusiaan yang memadai dan tanpa hambatan, serta memastikan penarikan pasukan pendudukan dari Jalur Gaza.
Organisasi yang beranggotakan 47 negara, termasuk Indonesia, itu juga menegaskan pentingnya mengaktifkan mekanisme peradilan pidana internasional guna menuntut dan meminta pertanggungjawaban para pejabat Israel yang terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut.
Pada Jumat malam (19/12/2025), pasukan Israel menembaki sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian di kawasan Al-Tuffah, bagian timur Kota Gaza. Serangan tersebut menewaskan tujuh warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya.
Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyebut serangan itu sebagai pelanggaran yang jelas dan baru terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekitar 400 warga Palestina tewas dan lebih dari seribu lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu.
OKI menegaskan kejahatan Israel di Gaza harus segera dihentikan melalui langkah konkret komunitas internasional guna melindungi warga sipil Palestina dan menegakkan hukum internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.