Program Bansos Diperpanjang Sampai Desember

Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
05 Agustus 2020 21:27 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyebut pemerintah bakal memperpanjang program bantuan sosial (bansos) untuk menanggulangi dampak pandemi virus Corona (Covid-19) hingga akhir tahun.

"Presiden [Joko Widodo] sudah melakukan langkah-langkah. Terakhir, seluruh bansos yang tadinya diberikan 3-6 bulan akan diperpanjang hingga Desember," katanya saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Rabu (5/8/2020).

Meski demikian, Sri Mulyani mengungkapkan jumlah bantuan langsung tunai (BLT) akan dikurangi dari sebelumnya Rp600 ribu menjadi Rp300 per bulan. Pengurangan jumlah BLT tersebut bakal dilaksanakan pada September-Desember 2020.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan pemerintah memberikan tambahan bansos untuk program keluarga harapan (PKH) berupa beras 5 Kg dengan anggaran sebesar Rp4,6T untuk 10 juta masyrakat.

Selain itu, bantuan tunai Rp500 ribu untuk 10 juta dari penerima dengan anggaran Rp5 juta dibayarkan mulai Agustus 2020. Pemerintah juga menyiapkan bansos produktif untuk 12 juta UMKM, termasuk bagi perusahaan yang sangat kecil, dengan total anggaran Rp30 triliun.

"Pemerintah mengkaji pemberian gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah dibawah Rp5 juta diperkirakan akan anggarannya mencapai Rp31,2 triliun," jelasnya.

Sri Mulyani juga mengungkapkan pemerintah telah memperbaiki program Kartu Prakerja. Menurutnya, pencairan bagi yang peserta sudah mendaftar secara online pada gelombang 1-3 akan segera dilakukan.

PMO Kartu Prakerja juga siap membuka pendaftaran gelombang 4 dalam waktu dekat.

"Kami berharap target peserta sebanyak 5,6 juta bisa segera mendapat manfaat dari program Kartu Prakerja," ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia