Ledakan Dahsyat di Lebanon, KBRI Pastikan Semua WNI Selamat

Asap membubung akibat ledakan besar di gudang yang menyimpan bahan peledak di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Reuters menyebutkan ledakan tersebut menewaskan 78 orang, melukai hampir 4.000 orang dan menyebabkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela-jendela, batu dan mengguncang tanah di ibukota Lebanon. - Antara/Reuters
05 Agustus 2020 10:27 WIB Nindya Aldila News Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohari mengatakan berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa. KBRI Beirut telah menyampaikan imbauan melalui grup percakapan Whatsapp dan melalui simpul-simpul WNI.

"Sejauh ini WNI terpantau aman. KBRI telah mengimbau untuk segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020).

BACA JUGA : Seorang WNI Jadi Korban Ledakan Dahsyat di

Terdapat seorang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman.  KBRI telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI. 

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi ledakan berskala besar di Port of Beirut pada pukul 18.02 waktu setempat. Lokasi itu  berdekatan dengan pusat kota Beirut. Akibatnya, lebih dari 78 orang meninggal dan ribuan terluka. Selain itu, sejumlah bangunan rusak parah  pada radius beberapa kilometer dari pusat ledakan.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Sumber awal menyampaikan analisis bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan yang rentan meledak di area pelabuhan.

BACA JUGA : Gudang Amonium Meledak di Lebanon, DPR Minta Kemenlu ...

Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan sodium nitrat dalam volume besar yang disimpan di area pelabuhan tersebut. Sodium nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia