Advertisement
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam, Satu Sempat Bergerak
Tenggelam - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, PONOROGO— Dua anak di Kabupaten Ponorogo meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam di Desa Beton, Rabu (8/4/2026) sore. Salah satu korban sempat menunjukkan tanda-tanda masih bergerak sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat mendapat penanganan medis.
Peristiwa tragis ini menimpa MA (6) dan MAJN (7), warga Desa Madusari, Kecamatan Siman. Keduanya ditemukan dalam kondisi lemas oleh warga setelah tercebur ke kolam yang berada di lokasi tersebut.
Advertisement
Kapolsek Siman, Nanang Budianto, menjelaskan kejadian diduga bermula saat korban bermain di sekitar kolam yang memiliki ikan.
“Diduga anak-anak ini bermain di sekitar kolam yang ada ikannya. Kemungkinan korban ingin bermain atau mengambil ikan, lalu tercebur karena tidak bisa berenang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
BACA JUGA
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kolam tersebut berdiameter sekitar 5 meter dengan kedalaman lebih dari 1 meter di bagian tengah, sehingga cukup berisiko bagi anak-anak.
Saat kejadian, terdapat tiga anak di lokasi. Namun satu anak lainnya tidak ikut tercebur dan segera berlari kembali ke tempat mengaji untuk memberi tahu guru.
“Anak yang satu melihat dua temannya masuk ke kolam, kemudian langsung lari kembali ke TPA untuk memberi tahu guru. Selanjutnya guru meminta bantuan warga sekitar,” jelasnya.
Warga yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi kedua korban dan membawanya ke RSUD dr. Harjono Ponorogo. Meski sempat menunjukkan respons, nyawa keduanya tidak tertolong.
Setelah menjalani pemulasaraan di ruang jenazah rumah sakit, kedua korban dipulangkan ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.
“Total ada dua korban. Setelah menjalani pemulasaraan di kamar jenazah, kedua korban dibawa pulang tadi malam ke rumah duka masing-masing guna dimakamkan,” kata Nanang.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di sekitar sumber air yang berpotensi membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pria 44 Tahun Ajak Remaja Main Nikah-Nikahan, Ujungnya Pemerkosaan
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
- Prabowo: 70 Persen Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
- Penyerbuan Al Aqsa Picu Kecaman, MHM Soroti Pelanggaran
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Pemerintah Pertimbangkan Stop Kirim PMI ke Timur Tengah
Advertisement
Advertisement







