Advertisement

Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah

Newswire
Kamis, 09 April 2026 - 19:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, ISTANBUL — Harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil kembali menguat pada Kamis (9/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Minyak Brent tercatat naik sekitar 2,5% mendekati 97 dolar AS per barel pada pukul 12.50 WIB. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat merosot lebih dari 16% ke kisaran 90 dolar AS, level terendah dalam lebih dari sebulan.

Advertisement

Sentimen Berubah Usai Ancaman Iran

Sebelumnya, pasar sempat merespons positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran gangguan distribusi energi.

Namun, situasi kembali memanas setelah kantor berita Tasnim News Agency melaporkan kemungkinan Iran menarik diri dari kesepakatan tersebut apabila Israel terus melakukan pelanggaran di Lebanon.

Laporan ini langsung mengubah sentimen pasar menjadi lebih waspada terhadap risiko konflik yang dapat mengganggu rantai pasok minyak global.

Lalu Lintas Kapal Terganggu

Media Iran juga melaporkan aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz kembali mengalami hambatan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.

Bahkan, disebutkan terdapat sejumlah besar kapal yang tertahan di jalur pelayaran vital tersebut, meski sebelumnya sempat ada kapal yang melintas pascapengumuman gencatan senjata.

Siaran dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menyebutkan kapal yang hendak melintas wajib berkoordinasi dengan angkatan laut Iran serta mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Iran Siapkan Jalur Alternatif

Sebagai langkah mitigasi risiko, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dua rute alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya, termasuk dugaan adanya ranjau laut di sejumlah titik perairan strategis tersebut.

"Semua kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz disarankan mengambil rute alternatif untuk menjamin keselamatan maritim dan menghindari potensi bahaya ranjau laut," demikian pernyataan IRGC yang dikutip media lokal.

Jalur Vital Energi Dunia

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah global melintasi kawasan ini, sehingga setiap gangguan dapat langsung berdampak pada harga energi internasional.

Dengan kebijakan jalur alternatif tersebut, Iran berharap aktivitas pelayaran tetap berjalan, meski situasi keamanan di kawasan masih diliputi ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dubes Inggris Apresiasi Muhammadiyah Soal Pendidikan Karakter

Dubes Inggris Apresiasi Muhammadiyah Soal Pendidikan Karakter

Jogja
| Kamis, 09 April 2026, 21:02 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement