Dalam Sepekan Ada 23 Warga Karanganyar Positif Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
03 Agustus 2020 08:27 WIB Sri Sumi Handayani News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR--Sebanyak 23 warga Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sepekan terakhir, Senin (27/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020).

Di sisi lain, ada 21 kasus positif corona yang dinyatakan sembuh dalam kurun waktu yang sama. Dari 23 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 selama satu pekan itu, paling banyak dari Kecamatan Jaten yakni enam kasus.

Disusul Kecamatan Karanganyar lima kasus dan Colomadu empat kasus. Plt Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Karanganyar, Purwanti, mewakili Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan jumlah warga positif corona di tiga kecamatan itu didominasi nakes.

BACA JUGA : Dua Pasien Positif Covid-19 di Karanganyar Meninggal Dunia 

"Rata-rata nakes kalau yang dari Colomadu, Karanganyar, dan Jaten. Sebetulnya ada [pasien] mengantongi KTP Solo, tetapi domisili Colomadu. Dia daftar di rumah sakit pakai alamat Colomadu. Input data ya Karanganyar. Dominasi masih nakes," tutur dia saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon, Minggu (2/8/2020).

Jumlah kontak erat kasus positif Covid-19 di Karanganyar itu mencapai 150 orang. Purwanti menjelaskan kontak erat terus bertambah seiring penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Kontak Erat

Mereka adalah keluarga, teman satu kantor, dan kerabat. Tetapi, dia mengklaim penambahan jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari kontak erat di Karanganyar tidak sebanyak klaster nakes.

BACA JUGA : Dampak Munculnya Klaster Baru, Pendatang di Kabupaten Ini

"Tambahan [positif Covid-19] kebanyakan kan nakes sepekan ini. Kontak erat enggak banyak. Nakes yang menangani kan rentan terpapar. Kontak erat itu tidak semua kontak erat terkonfirmasi positif. Banyak faktor," ujar dia.

Dia mencontohkan jika ada lelaki yang terkonfirmasi positif Covid-19, otomatis perempuan atau istrinya termasuk kontak erat. Tetapi hasil swab test Covid-19 terhadap perempuan negatif.

Dia memprediksi hal itu karena kondisi imunitas dan penerapan protokol kesehatan saat menjalani isolasi mandiri sudah tertib. "Kasus [positif Covid-19] masih ada setiap hari. Tetapi jumlahnya sudah enggak banyak seperti tempo hari."

Sebelumnya, kata Purwanti, penambahannya mencapai 10 kasus atau bahkan 11 kasus sehari. Akhir-akhir ini penambahan kasus baru paling tidak tiga atau empat kasus per hari. "Sudah mulai turun penambahan kasusnya," jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos