2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina (dua dari kiri) saat menemui Tim Harian Jogja, Kamis (23/7/2020). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG-- Pandemi Corona masih berlangsung namun aktivitas masyarakat di Kota Magelang, Jawa Tengah mulai menggeliat. Pemerintah Kota Magelang terus menggalakkan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina saat dikunjungi Harian Jogja, Kamis (23/7/2020). Ia mengatakan pandemi Covid-19 masih berlangsung, dan sejumlah pasien pernah dirawat di Kota Magelang. "Namun kini sudah terkendali," katanya.
Baca juga: Achmad Yurianto Tak Lagi Jubir Covid-19, Warganet Ucapkan Salam Perpisahan Lewat Tagar Pak Yuri
Windarti mengungkapkan pihaknya terus menggalakkan penerapan protokol kesehatan di berbagai kesempatan. Bahkan, upaya itu dilakukannya tanpa agenda terencana. "Jadi kadang asal jalan ke kampung-kampung gitu bawa masker. Jika ketemu ada yang tidak pakai masker, saya bagi-bagi, termasuk pada anak-anak," katanya.
Setelah pandemi berlangsung lebih dari lima bulan, menurutnya aktivitas masyarakat di Kota Magelang kini mulai menggeliat. Warga mulai kembali melanjutkan aktivitas di berbagai bidang. Pemkot, katanya, berupaya memfasilitasi aktivitas masyarakat tersebut sambil tak henti-henti menyerukan penerapan protokol kesehatan.
Di bidang sosial, katanya, Pemkot sudah menyosialisasikan aturan salah satunya tamu yang datang dari luar daerah masih dilarang menginap. "Jika ada yang datang ke rumah warga, sebaiknya seperlunya dan tidak menginap," katanya.
Di bidang hiburan, Windarti mengungkapkan pihaknya bersama para seniman Kota Magelang memiliki kegiatan rutin Nyawer Online, yakni kegiatan bersama para seniman yang dilakukan di kafe-kafe atau rumah makan bergiliran. Di lokasi itu, para penyanyi memberikan hiburan, lalu yang datang memberikan saweran, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hasil saweran dibagikan pada para seniman yang tampil. Hasilnya cukup untuk membantu para seniman yang sudah berbulan-bulan tidak bisa bekerja lantaran pembatasan kegiatan.
Adapun di bidang pariwisata, Pemkot sudah membuka objek wisata Kyai Langgeng setelah dikunjungi oleh roadshow pelaku pariwisata Jawa Tengah beberapa waktu lalu. "Kami bersama Pak Wali (Wali Kota Magelang) juga akan segera membuka objek wisata Gunung Tidar," jelasnya.
Gunung Tidar merupakan objek wisata religi yang biasanya ramai peziarah di Bulan Sura kalender Jawa.
Windarti menyadari di Kota Magelang yang luas wilayahnya tergolong sempit, ada banyak fasilitas yang dimanfaatkan warga luar daerah. Banyak orang harus beraktivitas di Kota Magelang untuk bekerja, berwisata, dan beraktivitas lain bahkan termasuk berobat.
"Kami berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah meluasnya Virus Corona, dan semoga pandemi ini segera berakhir agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.